Showing posts with label safe our pedestrian. Show all posts
Showing posts with label safe our pedestrian. Show all posts

Thursday, December 01, 2016

Ketika Malaikat Maut Sudah Tak Berarti, Pak Polisi Yang Ditakuti




Ketika Malaikat Maut Sudah Tak Berarti, Pak Polisi Yang Ditakuti. Ya inilah gambaran para pelanggar aturan berlalu lintas dijalan raya. Umumnya para pelanggar lebih takut dihentikan lalu ditilang ketimbang ancaman bahaya kecelakaan saat melakukan pelanggaran aturan lalu lintas.

Tak dipungkiri disetiap jalan raya bisa kita lihat beraneka ragam bentuk pelanggaran aturan berlalu lintas dijalan raya. Mulai dari yang sendiri sampai yang berjamaah, dari yang ringan sampai yang sangat berbahaya. Saat ada Pak Polisi yang bertugas para pelanggar tersebut takut untuk melakukan pelanggaran, namun saat Pak Polisi tidak ada jangankan peduli dengan pengendara lainnya bahkan pada malaikat maut pun pelanggar tersebut tidak peduli.

Sebagai contoh, disalah satu sudut jalan dibilangan Jakarta Selatan tepatnya dimulai dari pertigaan Tanah Kusir hingga pintu rel kereta Kebayoran Lama. Kita bisa menjumpai satu bentuk pelanggaran berlalu lintas yang sangat berbahaya. Saya menyebutnya pasukan berani mati, pasukan berani mati ini adalah para pelanggar lawan arah atau lawan arus jalan. Ya mulai dari pertigaan Tanah Kusir hingga Pasar Kebayoran Lama dari arah Pondok Pinang diketahui jalan tersebut satu arah, para pelanggar lawan arah tersebut berani melawan resiko kecelakaan hanya karena ingin cepat dan malas untuk berputar.

Akibatnya seringkali terjadi kecelakaan di ruas jalan tersebut. Dari yang luka ringan hingga kematian akibat kecelakaan lawan arah tersebut tidak membuat para pasukan berani mati itu jera. Ruas jalan tersebut merupakan salah satu contoh dari beberapa ruas jalan lainnya yang sering terjadi pelanggaran lawan arah hingga menyebabkan kecelakaan. Dan pelanggaran tersebut merupakan salah satu contoh dari beberapa bentuk pelanggaran lainnya.

Lalu, sampai kapan jalan raya kita bisa aman, nyaman dan selamat? Jawabannya ada di diri kita sendiri, keselamatan berkendara harus dimulai dari diri sendiri. Tidak melanggar aturan yang ada, ciptakan perjalanan yang aman, nyaman dan selamat. Saling menghargai dan toleransi kepada sesama pengguna jalan suatu bentuk kepedulian akan keselamatan berkendara.

Jadi pelopor keselamatan berkendara, selalu waspada, patuhi aturan berlalu lintas. Jadilah pengendara yang cermat, jangan asal cepat tapi melarat. Stop kemiskinan akibat kecelakaan, sayangi keluarga dan orang terdekat anda.

Thursday, September 15, 2016

SUSAHNYA TERTIB BERKENDARA DAN BERLALU LINTAS




Dalam era modern ini pada kenyataannya tidak menjadikan Manusia sebagai orang yang bermatabat, seharusnya demikian itu harus disingkirkan pada tempat yang paling pojok. Adakah  sesuatu yang keliru dari apa yang telah diyakini oleh masyarakat pada umumnya di Ibu Kota ini.  Ini tentang perihal masyarakat yang tidak mau tertib, baik sipil, PNS maupun Aparat yang berwajib. Urutan ini tidak pasti anda boleh memulai dari mana saja, karena antara masyarakat sipil, pegawai dan aparatnya sama-sama susah untuk tertib.

Suatu kenyataan yang sulit dipercaya oleh akal sehat, orang yang tertib dihakimi oleh orang yang tidak tertib, dan orang benar dihakimi oleh orang-orang salah. Memang betapa begitu susahnya menjadi orang benar ditengah-tengah orang salah. Hal inilah yang terjadi dalam kompleksitas kehidupan yang terus condong pada arah ketidak sesuaian. Dewasa ini nyaris tidak ada suatu kesalahan, nilai-nilai pembenaran telah disalah artikan oleh banyak orang, bahkan sekarang ini justru segala sesuatu dapat diputar balikan faktanya, yang salah menjadi benar dan yang benar menjadi salah. Anggapan-angapan pembenar telah melahirkan suatu stigma yang mengerikan dalam realitas berkehidupan sosial, serta menyusun dan membangun fundemental yang menyesatkan.

Suatu waktu saya pernah melihat seorang pengendara berada dibaris terdepan pada sebuah persimpangan jalan lebih tepatnya berada dibagian paling depan di belakang garis putih dari lampu lalu lintas, saat itu angka atau timer lampu lalu lintas masih menunjukkan angka 7 (tujuh) dan lampu masih berwarna merah, namun beberapa pengendara lain dibelakangnya sudah tidak sabar dan menekan klakson, tanda bahwa meminta yang didepannya untuk jalan. Hal serupa mungkin juga pernah atau sering kita lihat pada setiap persimpangan yang diatur oleh lampu lalu lintas, saya sendiri pun sering kali mengalami kejadian tersebut saat  kebetulan saya berada dibaris paling depan dari Lampu Lalu Lintas. Saat saya mengalami hal tersebut terkadang saya bingung apakah saya melajukan kendaraan atau tetap tidak bergeming hingga lampu lalu lintas berwarna hijau yang menandakan saya baru bisa melintasi persimpangan, jika saya tidak bergeming tentunya klakson dari pengendara lain yang berada dibelakang saya akan terus berbunyi dan menyebabkan kebisingan. Namun jika saya mengikuti kemauan mereka selain saya tidak tertib dan melanggar peraturan tentunya akan berbahaya bagi diri saya sendiri dan tentunya pengendara lain  yang melintasi persimpangan. Pada saat seperti itu yang saya lakukan adalah tetap menunggu hingga lampu lalu lintas benar-benar berwarna hijau,  dan barulah saya melintas persimpangan tidak peduli akan cemoohan pengendara lain yang pastinya akan marah-marah pada saya.

Dari Mana Kita Harus Memulai Mimpi Tertib Lalu Lintas

Bangsa indonesia ini memiliki cita-cita yang jelas dalam hal lalu lintas jelas menajaga keamanan, kenyamanan, keselamatan dan kelancaran bagi seluruh pengguna jalan umum, dan hal ini harus benar-benar di perhatikan. Marka jalan bukan sekedar hiasan juga lampu-lampu pengatur lalu lintas disetiap persimpangan dan tempat penyeberangan bukan hasil pekerjaan orang yang tidak ada kegiatan, itu semua adalah rambu-rambu yang harus dipahami dan ditaati oleh setiap pengguna jalan.



Namun yang terjadi justru sebaliknya pengguna jalan justru mengabaikan dari rambu-rambu lalu lintas.  Rambu-rambu  tersebut bagaikan hiasan yang tidak ada gunanya, menantang bahaya dengan melanggar aturan berlalu-lintas. Merampas hak pengguna jalan lainnya bahkan tidak jarang justru membahayakan dirinya sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Lalu kemudian apa yang menyebabkan keadaan-keadaan ini terjadi? Tentu ini menyangkut pada kesadaran pengguna jalan umum terhadap tata tertib berkendara dan berlalu lintas. Dengan berbagai alas an tentunya pelanggaran tersebut dilakukan. Waktu, dengan alasan mengejar waktu pengendara cenderung tidak peduli dengan adanya aturan berlalu lintas. Ribet, repot, dan malas juga menjadi alasan para pengendara melakukan pelanggaran.

Pemerintah melalui beberapa aparat terkaitnya merancang dan membuat aturan tata tertib berkendara dan berlalu lintas dengan harapan kita semua pengguan jalan bisa merasakan kenyamanan, keamanan dan keselamatan saat berkendara dan berlalu lintas. Tentunya ini juga harapan dari semua pengguna jalan, untuk itu masihkah kita harus melanggar aturan-aturan tersebut?


Bagi anda yang merasa menjadi makhluk pelanggar aturan berkendara dan berlalu lintas jalan, bisa kita mulai diri kita sendiri insyafkan diri dari sekarang, patuhi aturan berkendara dan berlalu lintas yang ada, jangan sampai ada lagi hak orang lain yang dilanggar atau dicuri hanya karena ketergesa-gesaan kita. Anda harus percaya bahwa setiap pengguna jalan memiliki kepentingan yang tidak bisa ditunda waktunya sebagaimana anda. Jadilah pelopor keselamatan dalam berkendara dan berlalu lintas agar seluruh pengguna jalan bisa merasakan Kenyamanan, Keamanan dan Keselamatan dalam berkendara. Dengan tertib berkendara berlalu lintas maka anda telah peduli pada Kenyamanan, Keamanan dan Keselamatan di jalan raya.

Sunday, June 19, 2016

KOSTER Tank Rangers Berbagi



Komunitas Suzuki Thunder KorWil Tangerang Selatan (KOSTER Tank Rangers), mengisi kegiatan Ramadhan tahun ini dengan kegiatan bakti sosial kemasyarakatan.

"Kegiatan dibulan suci Ramadhan 1437 H ini, dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juni 2016. KOSTER Tank Rangers menyantuni 20 anak yatim yang dibina oleh majlis Taklim Al-Amaliyah yang berlokasi di desa Pisangan Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, dan berbagi 250 paket takjil bagi pengendara kendaraan yang melintas depan MaKo Tank Rangers (Markas Kopdar) di Jl. Ir. H Juanda, Ciputat". Ujar Bro Jerry Soetama K-1081 selaku KaKorWil KOSTER Tank Rangers.

Pengurus majlis taklim Al-Amaliyah dengan ibu Ani mengaku senang, "semoga kegiatan seperti ini tetap dilaksanakan setiap tahunnya dan semoga jadi berkah bagi kita semua", ujarnya. Dilain itu tampak senyum bahagia dari 20 anak yatim kurang mampu, saat Bro Eko Sigit K-0190 selaku koordinator santunan membagikan santunannya.

Setelah kegiatan santunan selesai, KOSTER Tank Rangers segera menuju MaKo Tank Rangers untuk berbagi 250 Paket Takjil. "Sebanyak 250 paket takjil ini habis dalam hitungan beberapa menit saja dibagikan bagi para pengendara di jalan Ir. H. Juanda,Ciputat. Semoga tahun depan kita bisa menambah jumlah paket" ujar Bro Beno K-0880.

"Terima kasih atas partisipasi dan donasi dari anggota KOSTER Tank Rangers, semoga amal baik saudaraku sekalian dilipat gandakan pahalanya oleh Allah, diberkahi hidupnya dan diimpahkan rezeki yang halal dari Allah SWT,amiin". Ujar Bro Reza K-0910.



Galery :













Friday, June 17, 2016

Mudik Aman, Nyaman dan Selamat

Picture by google


Sudah jadi tradisi turun temurun di Indonesia setiap menjelang hari raya setiap warga yang memiliki kesempatan  akan berbondong-bondong kembali ke kampung halaman yang biasa kita sebut mudik. Mudik ini bertujuan untuk saling bersilaturahmi antar anggota keluarga saling memaafkan di hari raya. Dan waktu mudik inilah yang sering kali malah menjadi masalah bagi setiap pemudik khususnya pemudik yang menggunakan sepeda motor.  Mudik dengan menggunakan kendaraan roda dua saat ini sedang banyak dimininati oleh banyak para pemudik dengan alasan cepat, murah dan mudah namun tanpa disadari sebetulnya mudik dengan sepeda motor sangat riskan sekali dengan kecelakaan. Melalui artikel ini Reza Black Wild Roses akan berbagi tips agar mudik anda dengan menggunakan sepeda motor Aman, Nyaman dan Selamat.

1. Siapkan fisik sebelum mudik


Mudik identik dengan perjalanan jauh. Membayangkan saja sepertinya sudah melelahkan. Apalagi jika Anda sudah memutuskan mudik naik sepeda motor. Agar selama perjalanan tetap aman, nyaman serta selamat sampai tujuan, menyiapkan fisik secara optimal wajib hukumnya. Syukur-syukur tidak sampai membatalkan puasa Anda. Berikut ini persiapan fisik yang harus diamalkan.


* Istirahat Cukup

Sebelum mudik, sehari sebelumnya lebih baik digunakan untuk istirahat penuh. Kondisi fit saat mudik sangat penting, terutama untuk antisipasi gerakan refleks jika dibutuhkan. Jadi jangan sampai memaksakan diri mudik naik sepeda motor dengan kondisi badan yang kurang sehat.


* Banyak Minum Air Putih

Sementara itu saat bulan puasa seperti ini, kebutuhan cairan tubuh sudah dipastikan akan meningkat. Jumlahnya sebanyak 40cc air putih/kg berat tubuh setiap harinya. Sebagai ilustrasi, jika seorang pengendara memiliki berat 70 kg maka dibutuhkan paling tidak 2,8 liter air seharinya. Itu untuk menghindari dehidrasi. Karena kurangnya cairan akan berakibat fatal pada fungsi organ–organ tubuh. Akibatnya konsentrasi juga dikhawatirkan akan menurun.


* Konsumsi Makanan Berkarbohidrat

Sebelum berkendara jarak jauh sebaiknya mengkonsumsi makanan karbohidrat tinggi dan kompleks seperti beras merah atau gandum. Karena jenis makanan tersebut lebih lama dicerna, jadi rasa lapar bisa ditunda lebih lama, dan sebaiknya menghindari makanan dengan protein dan lemak tinggi sebelum mudik naik motor. Karena makanan jenis ini menuntut kerja pencernaan lebih berat, akibatnya darah akan banyak mengalir ke lambung dan usus. Itu akan menyebabkan konsentrasi juga menurun dan mudah mengantuk.


* Pemanasan Yang Baik

Yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah pemanasan atau perenggangan beberapa anggota tubuh. Ini penting agar badan tidak kaku dan sigap menghadapi kondisi jalan. Selain itu perlu dilakukan persiapan mental dan emosi. Baik itu dari pengendara atau boncenger. Repot sedikit enggak masalah. Asalkan mudik bisa terlaksana dengan aman, nyaman dan yang paling penting selamat sampai tujuan.


2. Jangan Mudik Sendirian



Himbauan ini sangat masuk akal. Sebab berkendara ramai-ramai seperti ikut acara mudik bareng atau jalan bersama sanak saudara dan teman memang lebih banyak keuntungannya. Coba bayangkan jika Anda mudik sendirian atau hanya berdua dengan boncenger. Bahkan ketika ada yang terlihat mengantuk, rekan lainnya bisa mengingatkan. Keuntungan lain mudik ramai-ramai yaitu jika salah satu anggota rombongan mengalami kerusakan motor, anggota lainnya bisa membantu. Dengan demikian masalah akan semakin mudah diatasi. Dan yang tak kalah penting, rasa persaudaraan akan semakin kuat. Bayangkan jika Anda mudik sendirian.


3. Tata dengan benar Barang Bawaan



Selain bawa badan, setiap mudik selalu angkut barang. Demi keamanan dan kenyamanan dalam perjalanan, barang bawaan jangan sampai berlebihan dan ditempatkan dengan cermat. Jangan sampai barang bawaan justru mengganggu handling yang bisa memicu kecelakaan. Membawa barang pada motor, memang gampang-gampang susah. Barang harus diikat sedemikian rupa agar tidak terjatuh. Bentuk barang tidak melebihi tinggi kendaraan, lebar setang dan panjang kendaraan. Berat tidak boleh melebihi ketentuan pabrikan. Ada dua alternatif penempatan barang bawaan saat mudik naik sepeda motor. Alternatif pertama, untuk motor tipe skutik dan bebek bisa memanfaatkan ruang di depan jok (dek) atau diikat di atas jok belakang. Alternatif kedua, dengan menambahkan boks barang.


* Manfaatkan Dek dan Jok

Mengikat barang di atas jok belakang adalah cara yang paling ideal. Jika mengikatnya kuat dan bobotnya tidak berlebihan maka tidak akan mengganggu handling. Masalahnya, alternatif ini tidak bisa diterapkan jika Anda hendak membawa serta seorang pembonceng. Jika ada pembonceng, otomatis barang bawaan akan dipindahkan ke depan. Tepatnya di underbone untuk tipe bebek atau dek untuk skutik. Syaratnya posisi barang jangan sampai mengganggu operasional kemudi. Jika barang bawaan dimasukkan ransel atau tas gendong, posisikan tas menyandar di atas jok. Trik ini agar beban tas tidak terlalu membebani pundak. Bahu dan pinggang pengendara hanya berfungsi sebagai penyangga.


* Aplikasi Boks

Tidak semua orang suka mengaplikasi boks. Tapi jika Anda mengendarai motor tipe sport, mungkin memasang boks bisa menjadi pilihan bijak. Sebaiknya pilih boks dengan ukuran yang proporsional dengan motornya. Jangan terlalu besar. Posisi pemasangan boks bisa dibelakang atau samping. Syaratnya, alokasi penempatan barang harus seimbang agar laju motor tetap stabil. Dengan boks, pengaturan barang juga bisa sangat mudah dan aman karena dilengkapi kunci.

* Kirim via Kurir

Ya hal ini tentunya lebih mudah, untuk barang bawaan atau oleh-oleh bagi sanak saudara dikampung halaman bisa dikirim terlebih dahulu melalui jasa kurir atau ekspedisi. saat ini jasi kurir atau ekspedisi banyak sekali sehingga anda bisa memilih jasa kurir atau ekspedisi mana yang bisa mengirim barang anda. Tentunya hal ini memudahkan anda perjalanan tidak repot dan terganggu oleh barang bawaan. Catatan jika ingin menggunakan jassa kurir atau ekspedisi bisa menghubungi perusahaan kurir atau ekspedisi minimal 1 minggu sebelum hari raya. dikarenakan biasanya mendekati hari raya perusahaan kurir atau ekspedisi over dan belum lagi libur untuk hari raya.

4. Cara berboncengan yang benar



Poin pertama adalah posisi duduk pembonceng harus menghadap depan agar keseimbangan terjaga. Gaya duduk menyamping seperti yang biasanya dilakukan kaum perempuan, sangat dilarang.

Poin kedua adalah posisi kaki pembonceng, kaki penumpang harus mengapit paha pengendara. Tujuannya agar saat bermanuver pengendara dan pembonceng bisa seirama.

Poin ketiga yang tak kalah penting adalah posisi tangan pembonceng. Agar gerakan pembonceng seirama, lingkarkan tangan ke pinggang pengendara sampai kedua tangan bertemu. Pegang mirip ikat pinggang, badan pembonceng menempel pengemudi. Jangan pegangan pada behel atau bagian motor lainnya.

Poin keempat yang harus diperhatikan adalah gerakan pembonceng. Pembonceng harus mengikuti semua gerakan pengendara, kemanapun arahnya. Jadi bila pengendara bergerak ke kiri, pembonceng juga harus mengikuti ke kiri, demikian juga bila ke kanan.

Poin kelima adalah jangan berboncengan dengan lebih dari satu orang. Contohnya membawa seluruh anggota keluarga dari istri sampai anak kecil. Bila lebih dari satu orang, tentu lebih bijak jika menggunakan alat trnsportasi lain. Karena motor memang diciptakan hanya untuk berdua saja.


5. Istirahat setiap 2 jam perjalanan



Melakukan perjalanan jarak jauh seperti mudik lebaran membutuhkan perencanaan matang. Tujuannya sudah pasti agar selamat sampai kampung halaman. Salah satu poin yang harus direncanakan adalah menentukan waktu istirahat yang ideal. Berkendara berjam-jam tanpa jeda istirahat membuat badan terasa letih. Bila dibiarkan berlarut, konsentrasi pun menurun. Pada akhirnya bisa mengundang celaka. Untuk itu sebisa mungkin luangkan waktu sebentar untuk istirahat agar kondisi badan kembali bugar. Tapi kapan tepatnya istirahat yang ideal?
Setiap dua jam, carilah tempat yang aman dan nyaman untuk istirahat. Misalnya dengan memanfaatkan posko mudik yang disediakan Kepolisian, dan posko mudik lainnya

Manfaatkan lokasi-lokasi tersebut untuk melakukan relaksasi sejenak. “Di tempat istirahat, usahakan badan senyaman mungkin. Bisa hanya dengan duduk-duduk santai dan jangan lupa lepas jaket atau rompi agar tak kepanasan,” lanjutnya. Berapa lama kita beristirahat? Idealnya cukup 15 sampai 20 menit. Kalau terlalu singkat badan belum kembali fit, sedangkan bila kelamaan kita jadi merasa malas dan jadi mengantuk. Bila istirahat telah dirasa cukup, lanjutkan kembali perjalanan. Namun sebelum kembali jalan, lakukan peregangan badan dengan menggerak-gerakkan tangan, kaki dan kepala agar tak kaku dalam bermanuver.Jadi, jangan lupa istirahat setiap 2 jam perlanan!


6. Pakai helm yang sesuai Standard


Memutuskan pulang mudik naik motor? Artinya, Anda juga harus memutuskan untuk pakai helm yang sesuai standar keamanan! Bukan hanya memilih jenis helm, tapi juga memastikan fitur keselamatan yang ada pada helm berfungsi dengan baik. Apa saja?


* Full Face Lebih Baik

Pada dasarnya tipe helm open face, full face dan flip up sama baiknya dan tidak masalah dipakai untuk pulang mudik lebaran. Meski sebenarnya secara kualitas, helm tipe full face masih yang terbaik. Sedangkan tipe lain seperti flip up, meski bentuknya seperti helm full face tapi pelindung rahangnya bisa dibuka tutup. Mekanisme buka-tutup ini menggunakan engsel yang pasti tidak akan sekuat pelindung rahang pada helm full face yang dirancang permanen. Hanya saja, kemudahan buka-tutup pada helm flip up memberikan kenyamanan bagi pengendara. Saat kegerahan bisa dibuka, sedang ketika bertemu jalan yang berdebu bisa langsung ditutup.

Dan satu lagi adalah tipe open face yang tidak memiliki pelindung rahang. Meski secara safety paling rendah namun untuk perjalanan mudik yang macet dan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, penggunaan helm ini masih cukup aman dan nyaman.


* Pastikan Visor Dalam Keadaan Baik

Visor atau kaca helm harus ada pada kondisi baik, Terpaan angin bisa membuat kram di muka. Muka jadi terasa kaku, ini berbahaya, Selain itu warna dan kondisi visor juga tidak boleh luput dari perhatian. Jangan paksakan pulang mudik memakai helm yang sudah baret. Goresan pada visor bisa mengaburkan pandangan khususnya ketika berpapasan dengan sorot lampu kendaraan lain. Lebih baik ganti terlebih dahulu.
Visor warna gelap juga sebaiknya tidak dipakai pada perjalanan malam hari. Visor gelap bisa mengurangi jarak pandang. Kalau memang perjalan yang dilakukan harus melalui perubahan waktu dari siang ke malam, tidak ada salahnya membawa dua visor, gelap dan bening untuk bergantian. Toh, kini untuk melepas dan memasang visor pada helm-helm terbaru sudah tidak memerlukan obeng. Tinggak tarik tuas, maka visor bisa langsung terlepas.


* Pastikan Pas

Slogan “pastikan pas” bukan hanya milik POM bensin nasional, tapi juga berlaku pada pemilihan helm. Usahkan helm yang dipakai benar-benar pas di kepala. Tidak terasa longgar tapi tidak boleh terlalu ketat. Bila terlalu longgar, ketika terjatuh tumbukan yang menimpa kepala tidak langsung teredam. Tapi justru membuat kepala memperoleh imbas tumbukan lebih besar. Selain itu juga bisa menganggu konsentrasi berkendara karena helm terasa tidak kompak dengan gerakan kepala. Cara untuk memastikan helm tidak longgar adalah dengan menggerakannya ke kanan-kiri, atas bawah. Pastikan kepala dan helm bisa dengan kompak bergerak dan tentunya tetap nyaman. Sedangkan helm yang terlalu ketat justru bisa bikin pusing karena peredaran darah ke otak terhambat. Memastikan tali ikatan helm terikat kuat sampai bunyi klik memang harus dilakukan. Tapi jangan asal kuat, percuma kalau kuat tapi longgar atau justru mencekik leher. Sesuaikan juga jarak tali ikatan helm dengan dagu.


7. Matikan Handphone saat berkendara



Anjuran mematikan handphone saat berkendara punya alasan kuat, apalagi dalam perjalanan mudik. Dalam perjalanan jauh membutuhkan konsentrasi tinggi. Menerima handphone (HP) sambil berkendara menjadi salah satu penyebab buyarnya konsentrasi.
Ketika menerima telepon, posisi tangan tidak sempurna dalam menguasai pengendalian motor. Karena salah satu tangan pasti akan melepas kemudi. Mata juga menjadi tidak lagi berkonsentrasi pada jalan, malah ikut memperhatikan layar monitor handphone.

Bayangkan bila sedang dalam posisi seperti itu, tiba-tiba ada lubang atau kendaraan lain yang melakukan pengereman mendadak. Reflek cepat yang seharusnya dilakukan untuk menghindar bisa terlambat. Jika telat, celaka yang didapat.

Penggunaan helm yang dilengkapi handsfree juga jangan digunakan. Meski tidak mengganggu tangan tapi tetap saja konsentrasi pengendara akan terbagi.


8. Nyalakan lampu siang dan malam

Mau mudik siang atau malam, lampu utama harus terus menyala!. Bukan sekedar himbauan, ini sudah menjadi kewajiban karena sudah disahkan oleh undang-undang lalu lintas yang baru.

Undang-Undang (UU) No.22 tahun 2009, pasal 107 ayat 2, mengatur penggunaan lampu utama di siang hari pada sepeda motor. Pasal ini berbunyi, “Sepeda motor wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.”

Dengan lampu menyala pada siang hari, pengendara sepeda motor dan pengguna jalan lainnya akan lebih waspada. Dari spion bisa terlihat kilatan cahaya yang menandakan ada sepeda motor lain di belakang. Begitu juga di depan sorot lampunya akan memudahkan melihat sepeda motor lain.

Itulah beberapa tips agar perjalanan mudik anda yang menggunakan sepeda motor semoga perjalanan anda aman, nyaman dan selamat hingga tujuan. Sehingga silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman bisa terjalin erat dan hangat.



Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1437 H, Mohon Maaf  Lahir dan Bathin.

Tuesday, May 17, 2016

Hak Pejalan Kaki dan Problematikanya



Dari foto ini akan membuat jutaan orang angkat bicara. Seorang wanita bernama Alfini dengan berani menghadang beberapa pengendara sepeda motor yang berjalan melalui trotoar.

Foto ini cukup menggambarkan seribu satu problematika pejalan kaki dan trotoar di Indonesia. Sebelumnya hal yang sama juga pernah dilakukan seorang bocah kecil pemberani bernama Daffa di Semarang yang berani menghadang sepeda motor di trotoar.
Kejadian seperti ini sangat umum terjadi di kota-kota besar. Trotoar, jalur aman untuk pejalan kaki direbut seenaknya oleh pengendara kendaraan bermotor roda dua, atau bahkan kadang mobil. Hal ini sangat menyedihkan. Lalu kenapa hal tersebut bisa terjadi? Penyebab utama tentu adalah kemacetan jalanan kota yang tak kunjung bisa teratasi. Laju urban tak terbendung, gedung-gedung merenggut tiap jengkal petak lahan yang tersisa makin mempersempit ruang gerak. Sementara peradaban modern dengan tuntutan waktu yang terus mendesak. Juga disebabkan karena makin meningkatkanya jumlah produksi dan penggunaan kendaraan bermotor di masyarakat yang disebabkan makin mudah dan murahnya membeli sebuah sepeda motor. Sementara hal tersebut tidak bisa diikuti dengan pertumbuhan ruas jalan. Hasilnya, kemacetan dimana-mana, hak-hak pejalan kaki jadi korban, sempitnya trotoar dijajah kendaraan bermotor. Tak hanya itu, nyawapun jadi taruhan.

Mental pengendara kendaraan bermotor juga menjadi perhatian. Selama dibangku sekolah, kita semua diajarkan mengenai rambu-rambu lalu lintas dan aturan-aturan umum dijalan raya. Bahkan saat mengajukan penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM), hal yang sama diuji untuk mengetahui pemahaman aturan-aturan dijalan raya. Tapi ketika sudah turun kejalan, semua berubah. Jalan raya seperti rimba tersendiri. Aturan hanya tinggal aturan. Orang-orang seperti kesetanan dikejar waktu, saling salip saling sikat tak terelakan, hingga tak peduli dengan orang lain. Termasuk keselamatan sesama pengguna jalan raya. Hak pejalan kaki yang sudah susah semakin terenggut ketika trotoar beralih fungsi menjadi warung-warung tenda, atau parkir-parkir liar. Indonesia adalah negara yang sangat tidak ramah dengan pejalan kaki. Padahal jelas pejalan kaki dilindungi oleh Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) serta Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2006 tentang Jalan. Pada Pasal 106 ayat (2) UU LLAJ menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki.

Sayangnya, meskipun dilindungi secara konstitusi, dukungan nyata pemerintah terhadap pejalan kaki masih sangat minim. Hal ini dibuktikan dengan kurangnya pembangunan fasilitas pejalan kaki secara merata. Pemerintah lebih fokus pada proyek-proyek transportasi skala besar seperti kereta api, atau jalan tol. Kalaupun ada peningkatan fungsi trotoar, biasanya hanya di pusat-pusat kota saja, tujuannya jelas hanya untuk mempercantik pemandangan kota. Sedangkan, dipinggaran masih saja dianak-tirikan. Kita tidak perlu trotoar yang bagus, kita hanya perlu trotoar yang aman dan nyaman selama digunakan. Ditengah hiruk pikuk kemacetan kota besar, jalan kaki bisa menjadi alternatif yang baik jika tak ingin terjebak macet selama berjam-jam menggunakan kendaraan. Beberapa orang mulai menyadari hal tersebut. Namun tampaknya hal ini belum disadari sepenuhnya oleh pemerintah, atau mungkin pemerintah belum ada perhatian khusus untuk masalah ini.

Mari kita sepakat, fungsi jalan raya sudah dibagi berdasarkan haknya. Untuk Pejalan kaki hanya mendapatkan sebagian kecil dari jalan raya. Itupun masih terpotong oleh warung, tiang listrik, galian kabel, pos polisi, parkir liar, dan sebagainya. Sedangkan jalan kendaraan mendapatkan bagian yang seluas-luasnya, tanpa ada gangguan dari luar, diatur oleh polisi untuk kelancaran dan keamanan. Jika sudah dibagi berdasarkan haknya masing-masing, dan trotoar yang sempit itu masih juga rampas pengendara sepeda motor, ini menanakan memang ada yang salah dengan isi pikiran para pengendara motor. Jika sudah begini, usaha pemerintah membangun fasilitas transportasi publik akan sia-sia saja, dikarenakan perilaku penggunanya saja sudah tidak bisa diajak kompromi.

Sebaiknya anggaran digunakan untuk proyek pelatihan bagi pengguna kendaraan bermotor. Mengendarai kendaraan bukan hanya soal kemampuan berkendara, tapi juga kecerdasan dan kebijaksanaan dalam menggunakan jalan raya sebagai fasilitas umum.
Ada yang mengatakan; "Masyarakat Indonesia pada umumnya ramah-ramah, kecuali yang mereka berada dijalan raya". Dua hal yang kontras bukan? Apa yang dilakukan Alfini seperti yang terpotret diatas adalah cermin betapa sakitnya moral pengguna jalan raya. Dijalan raya Indonesia bukan lagi Indonesia. Sudah waktunya para pejalan kaki untuk berhenti mengalah, berhenti memberi jalan untuk sepeda motor ditrotoar. Trotoar adalah milik pejalan kaki. titik! Jika pelanggaran Hak-hak Asasi kecil seperti ini masih saja luput dari mata pemerintah, jangan harap pelanggaran HAM besar akan diperhatikan dengan serius.