Showing posts with label psikologi. Show all posts
Showing posts with label psikologi. Show all posts

Tuesday, September 19, 2017

Penyebab dan Tanda Lelah atau Fatigue Saat Berkendara


Musuh bagi sebagian pengendara sepeda motor (Bikers) saat melakukan perjalanan jauh seperti touring, adalah rasa lelah atau Fatigue. Perlu diketahui, saat berkendara dengan dihinggapi rasa lelah memiliki resiko bahaya 20 kali lebih besar daripada pengendara yang bugar.

Kelelahan biasanya menghinggapi seorang bikers pada waktu-waktu tertentu seperti antara pukul 00.00 - 06.00, 12.00 - 15.00 dan 21.00 - 00.00. Pada waktu-waktu tersebut biasanya rasa lelah atau fatigue akan hinggap dimana hal ini akan sangat mengganggu aktifitas yang sedang dilakukan.

Kelelahan atau fatigue dapat mengakibatkan hilangnya kewaspadaan, mengantuk, bahkan hingga tertidur ketika berkendara. Akibat lainnya adalah hilangnya refleks, lamban dalam mengambil keputusan, serta menurunnya kemampuan berkendara. Hal ini tentunya sangat berbahaya, dan dapat menyebabkan adanya potensi kecelakaan.

Ada tiga faktor yang dapat menyebabkan kelelahan diantaranya sebagai berikut:

  • Kurang tidur, apakah ada gangguan tidur, akumulasi dari tidur yang kurang, dan kurangnya waktu tidur dalam waktu yang panjang atau lebih dari 17 jam.
  • Pekerjaan, apakah bekerja dengan waktu yang lama sehingga tidak ada waktu untuk beristirahat.
  • Kesehatan, apakah pengemudi kurang sehat ketika berkendara atau sedang mengonsumsi obat dari dokter.


Hal yang menjadi masalah adalah, terkadang pengendara tidak menyadari bahwa dirinya sebenarnya sudah sangat lelah. Kebanyakan Bikers menganggap diriinya cukup fit, untuk duduk dan berkendara dengan sepeda motor. Karena itu, sangat penting sekali mengenali gejala kelelahan yang bisa saja melanda pada suatu waktu.

Berikut ini beberapa tanda orang kelelahan:

  • Hilangnya kewaspadaan, keadaan kita tidak dapat merespons atau bergerak dengan cepat ketika keadaan darurat atau melakukan tindakan keamanan seperti saat kondisi normal.
  • Mengantuk, perasaan agak melayang dan tertidur ketika berkendara. Terkadang rasa ini  tidak dirasakan dan diketahui. Kondisi ini sering sekali menyebabkan kendaraan keluar dari lintasan dan berakibat kecelakaan
  • Tertidur ketika berkendara, beberapa kejadian buruk mengenai kecelakaan tunggal penyebabnya adalah pengendara tertidur ketika sedang berkendara. Situasi seperti ini membuat si pengendara tidak dapat mengontrol atau mengambil keputusan dengan tepat sebelum terjadi tabrakan.


Kunci dari mengatasi kelelahan hanya tidur yang cukup dan istirahat. Waktu ideal untuk tidur dan istirahat setidaknya 7,5 jam. Jika kurang tidur, pengemudi harus lebih meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati. Selain itu, asupan makanan yang cukup dan tidak berlebihan juga bisa membantu mengatasi kelelahan.


Wednesday, May 04, 2016

Don't judge book by it's cover

Dalamkehidupan sehari-hari, banyak orang secara apriori menilai orang lain. Terlalu positive thinking atau terlalu negative thinking. Terlalu husnudzon atau terlalu suudzon. Terlalu cepat menilai baik atau buruk. Terlalu mudah percaya atau tidak percaya. Cara berpikir dan bersikap demikian tentu bisa mengakibatkan sesat pikir atau sesat sikap. Bisa salah menilai. Cenderung menjadi orang yang berkepribadian spekulatif.  Bisa menjadi manusia yang bersifat subjektif.  Sikap yang harus dimiliki tiap orang yaitu “Don’t judge a book by it’s cover”. Jangan menilai buku hanya dari covernya saja.

Don't judge book by it's cover


Janganlah kita menilai orang dari penampilannya saja, ucapannya saja, pendapatnya saja, gelar atau pangkatnya saja, hartanya saja, ibadahnya saja,pakaiannya saja, mobil dan rumahnya saja, tampangnya saja, fisiknya saja, tetapi nilailah perilaku yang sebenarnya, nilailah maksud yang sebenarnya dan nilailah faktanya yang sebenarnya.

Penampilan sering menipu

Banyak orang Indonesia sering tertipu penampilan fisik dari seseorang atau orang lain. Orang yang penampilannya baik seringkali dianggap pasti orang baik.

Contoh

1.Orang yang rajin beribadah, dianggap orang jujur.

2.Orang yang ganteng, dianggap orang yang menyenangkan.

3.Orang yang pandai, dianggap layak jadi presiden.

4.Orang yang kelihatannya punya maksud baik, dianggap memang maksudnya baik.

5.Orang yang punya rumah mewah dan mpbil mewah,dianggap orang sukses.

6.Orang yang yang penampilannya seperti orang bodoh, dianggap orang bodoh.

7.Orang yang punya banyak gelar dianggap orang pandai.

8.Orang yang suka memberi uang, dianggap orang baik.

9.Orang yang suka berjanji, dianggap orang yang serius.

10.Orang yang sopan, dianggap orang yang bisa dipercaya.

Dan masih banyak contoh-contoh lainnya

Artificial behaviour

Banyak orang yang melakukan “artificial behaviour”, perilaku yang dibuat-buat.

Contoh:

1.Pura-pura rajin beribadah

2.Pura-pura kaya

3.Pra-pura sopan

4.Pura-pura membela agama Islam

5.Pura-pura pembela rakyat

6.Pura-pura anti korupsi

7.Pura-pura menolong atau membantu

8.Pura-pura mengerti Ilmu Logika

9.Pura-pura memiliki

10.Pura-pura jujur

Mudah terkecoh

Banyak orang Indonesia yang mudah terkecoh oleh penampilan seseorang atau non-personal

Apa yang harus anda lakukan?

Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan. Antara lain:

1.Jangan mudah percaya penampilan dan jangan terburu-buru mengambi kesimpulan

2.Jangan mudah percaya janji, iklan atau hasil survei politik

3.Pelajari dengan cermat segala sesuatunya

4.Kumpulkan fakta demi fakta

5.Evaluasi rasional atau tidak rasionalnya sesuatu

Saran

Agar Anda mudah memahami sesuatu dan tidak mudah terkecoh, ada baiknya Anda mempelajari Psikologi dan Ilmu Logika.