Showing posts with label logika. Show all posts
Showing posts with label logika. Show all posts

Saturday, September 17, 2016

Gaya Hidup Tertib dan Selamat Di Jalan



Gaya hidup atau life style saat ini sudah mewabah dikalangan masyarakat Indonesia terutama dikota-kota besar seperti Ibu Kota Jakarta. Gaya hidup sendiri bermakna perilaku seseorang yang ditunjukkan dalam aktivitas, minat dan opini khususnya yang berkaitan dengan citra diri untuk merefleksikan status sosialnya. Gaya hidup merupakan frame of reference yang dipakai sesorang dalam bertingkah laku dan konsekuensinya akan membentuk pola perilaku tertentu. Terutama bagaimana dia ingin dipersepsikan oleh orang lain, sehingga gaya hidup sangat berkaitan dengan bagaimana ia membentuk image di mata orang lain. Banyak orang yang mencanangkan berbagai model gaya hidupnya seperti Gaya Hidup Sehat , gaya hidup sehat adalah suatu pilihan sederhana yang sangat tepat untuk dijalankan. Hidup dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan lingkungan yang sehat. Sehat dalam arti kata mendasar adalah segala hal yang kita kerjakan memberikan hasil yang baik. Contoh lainnya dari gaya hidup adalah gaya hidup modern, gaya hidup hemat dan lain sebagainya.


Namun saat ini yang ada dalam benak pikiran saya adakah Gaya Hidup Tertib dan Selamat Di Jalan? Sejauh ini yang saya tahu belum ada gaya hidup tersebut. Tertib dan selamat dijalan masih sebatas budaya, budaya yang terkadang jadi wacana belaka. Budaya tertib dan selamat dijalan adalah budaya yang paling cepat terkikis bukan oleh waktu dan perkembangan jaman. Budaya yang terkikis oleh para pelanggar yang terus menularkan virusnya kepada setiap pengendara di jalan raya.


Untuk itu terbesit dalam benak saya. Jika budaya tertib dan selamat dijalan ini yang semakin lama semakin cepat juga terkikis maka harus di rubah paradigmanya budaya yang sudah banyak ditinggalkan oleh para pengguna atau pengendara kendaraan dijalan raya baik itu disadari ataupun tidak disadari. Harusnya budaya tertib dan selamat dijalan menjadi gaya hidup bagi setiap para pengendara ataupun para pengguna jalan. Saat gaya hidup ini berjalan tentunya setiap individu yang memiliki gaya hidup tersebut menyadari betapa pentingnya tertib dan selamat saat dijalan raya. Jika setiap pengguna atau pengendara di jalan memiliki gaya hidup tertib dan selamat dijalan tentunya kita semua berharap tidak adanya kembali pelanggaran-pelanggaran aturan lalu lintas yang tentunya bisa menyebabkan adanya bahaya bagi diri sendiri maupun bagi pengguna atau pengendara lain di jalan. Setiap orang memiliki gaya hidup tertib dan selamat di jalan akan selalu menonjolkan diri saya adalah orang yang tertib dan saya selalu menjaga keselamatan diri maupun keselamatan pengguna jalan lainnya.


Gaya hidup tertib dan selamat dijalan bisa terjadi jika setiap dari kita menyadari betapa pentingnya arti tertib dan selamat untuk itu mari kita BERGAYA HIDUP TERTIB DAN SELAMAT DI JALAN

Wednesday, May 04, 2016

Don't judge book by it's cover

Dalamkehidupan sehari-hari, banyak orang secara apriori menilai orang lain. Terlalu positive thinking atau terlalu negative thinking. Terlalu husnudzon atau terlalu suudzon. Terlalu cepat menilai baik atau buruk. Terlalu mudah percaya atau tidak percaya. Cara berpikir dan bersikap demikian tentu bisa mengakibatkan sesat pikir atau sesat sikap. Bisa salah menilai. Cenderung menjadi orang yang berkepribadian spekulatif.  Bisa menjadi manusia yang bersifat subjektif.  Sikap yang harus dimiliki tiap orang yaitu “Don’t judge a book by it’s cover”. Jangan menilai buku hanya dari covernya saja.

Don't judge book by it's cover


Janganlah kita menilai orang dari penampilannya saja, ucapannya saja, pendapatnya saja, gelar atau pangkatnya saja, hartanya saja, ibadahnya saja,pakaiannya saja, mobil dan rumahnya saja, tampangnya saja, fisiknya saja, tetapi nilailah perilaku yang sebenarnya, nilailah maksud yang sebenarnya dan nilailah faktanya yang sebenarnya.

Penampilan sering menipu

Banyak orang Indonesia sering tertipu penampilan fisik dari seseorang atau orang lain. Orang yang penampilannya baik seringkali dianggap pasti orang baik.

Contoh

1.Orang yang rajin beribadah, dianggap orang jujur.

2.Orang yang ganteng, dianggap orang yang menyenangkan.

3.Orang yang pandai, dianggap layak jadi presiden.

4.Orang yang kelihatannya punya maksud baik, dianggap memang maksudnya baik.

5.Orang yang punya rumah mewah dan mpbil mewah,dianggap orang sukses.

6.Orang yang yang penampilannya seperti orang bodoh, dianggap orang bodoh.

7.Orang yang punya banyak gelar dianggap orang pandai.

8.Orang yang suka memberi uang, dianggap orang baik.

9.Orang yang suka berjanji, dianggap orang yang serius.

10.Orang yang sopan, dianggap orang yang bisa dipercaya.

Dan masih banyak contoh-contoh lainnya

Artificial behaviour

Banyak orang yang melakukan “artificial behaviour”, perilaku yang dibuat-buat.

Contoh:

1.Pura-pura rajin beribadah

2.Pura-pura kaya

3.Pra-pura sopan

4.Pura-pura membela agama Islam

5.Pura-pura pembela rakyat

6.Pura-pura anti korupsi

7.Pura-pura menolong atau membantu

8.Pura-pura mengerti Ilmu Logika

9.Pura-pura memiliki

10.Pura-pura jujur

Mudah terkecoh

Banyak orang Indonesia yang mudah terkecoh oleh penampilan seseorang atau non-personal

Apa yang harus anda lakukan?

Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan. Antara lain:

1.Jangan mudah percaya penampilan dan jangan terburu-buru mengambi kesimpulan

2.Jangan mudah percaya janji, iklan atau hasil survei politik

3.Pelajari dengan cermat segala sesuatunya

4.Kumpulkan fakta demi fakta

5.Evaluasi rasional atau tidak rasionalnya sesuatu

Saran

Agar Anda mudah memahami sesuatu dan tidak mudah terkecoh, ada baiknya Anda mempelajari Psikologi dan Ilmu Logika.