Showing posts with label helm. Show all posts
Showing posts with label helm. Show all posts

Thursday, February 09, 2017

Fungsi/Kegunaan Helm Dan Peraturannya



Sangat aneh memang jika seorang pengendara sepeda motor menolak menggunakan helm saat berkendara. Berbagai alasan di utarakan oleh para pelakunya, “saya berkendara dekat” ini adalah alasan yang paling banyak terjadi. “saya berkendara di jalur yang tidak ada polisinya” ini adalah alasan yang cukup gila.  Tanpa disadari korban kecelakaan di jalan raya banyak berjatuhan dan yang terbanyak di sumbang oleh pengendara sepeda motor. Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) WHO mengatakan sekitar 4.400 kecelakaan merenggut nyawa pengendara sepeda motor yang terlibat kecelakaan setiap harinya, hal ini yang memaksa pemerintah melalui aparaturnya mewajibkan penggunaan helm saat berkendara sepeda motor, baik untuk berkendara dalam perjalanan jauh maupun dekat sekalipun karena potensi kecelakaan bisa datang kapan saja.

Penggunaan helm pada dasarnya bermanfaat melindungi bagian kepala dari sang pengendara dan mengurangi resiko cedera berat saat terjadinya kecelakaan.  Berikut beberapa fungsi helm yang harus di gunakan oleh pengendara sepeda motor.

Melindungi Dan Mengurangi Cedera Kepala Saat Terjadi Benturan

Sekitar 80%-90% pengendara sepeda motor yang terlibat kecelakaan saat berkendara di jalan raya mengalami luka atau cedera pada kepala dan leher dan tentunya ini bisa menyebabkan kematian. Dengan menggunakan helm dengan baik dan sesuai dengan ukuran kepala pengendara saat berkendara bisa mengurangi 40% resiko kematian dan juga mereduksi 70% potensi resiko cedera serius saat terjadi benturan saat kecelakaan terjadi.

Melindungi Mata, Bagian Kepala, Dan Kesehatan Pengendara.

Saat berkendara fokus pada keadaan sekitar jalan sangatlah penting, untuk itu mata dari si pengendara harus tetap awas dan waspada pada keadaan sekitarnya. Helm melindungi bagian mata dari potensi debu, asap kendaraan dan segala kemungkinan yang bisa terjadi dan mengganggu penglihatan dari pengendara itu sendiri. Helm juga melindungi bagian kepala dari potensi benturan objek atau benda yang terbang tanpa di ketahui atau disadari oleh pengendara saat sedang berkendara, seperti kerikil yang mental akibat putaran roda, atau benda lainnya yang bisa saja mental dan mengenai kepala saat berkendara sepeda motor. Dilain itu  helm juga berfungsi untuk melindungi kesehatan si pengendara itu sendiri hembusan angin saat berkendara bisa menyebabkan suatu penyakit yang bernama bell’s palsy, melindungi paru-paru pengendara dari asap knalpot pengendara lain dan juga mencegah sakit kepala saat berkendara di panas terik juga saat hujan.


Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Meningkatkan rasa percaya diri di sini bukan berarti meningkatakan rasa percaya diri untuk berkendara kencang namun lebih ke estetika atau penampilan dari pengendara itu sendiri. Banyak produsen helm yang memproduksi helm dengan tampilan yang menarik baik motif, warna, dan model helm itu sendiri. Pengendara bisa memilih berbagai macam model helm yang sesuai dengannya. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti :
  • Helm harus sesuai dengan standar yang diberikan oleh pemerintah demi keselamatan pengendara
  •  Ukuran helm harus sesuai dengan ukuran kepala, ini untuk kenyamanan pengendara itu sendiri.
  • Pastikan helm yang digunakan sudah nyaman dan tidak mengganggu konsentrasi pengendara saat berkendara.
Seperti yang telah di tulis diatas, pemerintah pun melalui undang-undang (UU) No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Mengatur bahwasanya :
  • Setiap pengendara dan penumpang kendaraan roda dua atau sepeda motor wajib menggunakan helm.
  • Helm yang digunakan wajib sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), dimana dalam aturan ini mengenal dua tipe helm yaitu helm yang melindungi seluruh bagian kepala (full face) dan helm yang melindungi kepala dengan bagian wajah terbuka (open face atau half face)
  • Bagi yang melanggar ketentuan penggunaan helm saat berkendara, dikenakan sanksi pidana penjara maksimal 1 bulan penjara atau denda maksimal Rp. 250.000 (denda ini lebih rendah dari denda UU sebelumnya sebesar Rp. 1.000.000)
Dengan data yang tertulis dan fungsi kegunaan helm serta perundangan pemerintah yang telah dibuat, masih haruskah kita berkendara sepeda motor tanpa menggunakan helm. Gunakanlah helm kemanapun anda berkendara baik jarak jauh maupun dekat, mencegah lebih baik dari pada mengobati hingga datangnya penyesalan dikemudian hari.

Wednesday, May 18, 2016

Panduan Keselamatan Untuk Sepeda Motor

Panduan Keselamatan Untuk Sepeda Motor

Perlengkapan yang sudah menjadi standar keselamatan
Pengertian terhadap pentingnya pengendalian terhadap kendaraan akan secara signifikan meningkatkan tingkat keselamatan pengendara di jalan raya.
Yang tidak kalah pentingnya dan paling sering diabaikan adalah berfungsinya perlengkapan keselamatan yang sudah menjadi standar minimum yaitu :
Rem
Pastikan rem anda bekerja optimal dengan cara mengetesnya sebelum berkendara
Kaca Spion
Atur arah kaca spion ke arah yang memudahkan anda untuk melihat bagian belakang sepeda motor.
Lampu Depan
Cek lampu depan anda, dan pastikan lampu menyala dengan terang dan tidak redup atau mati sama sekali.
Lampu Rem
Pastikan lampu rem menyala saat rem difungsikan, tes lampu rem sebelum pergi berkendara.
Lampu Penunjuk Arah (Signs)
Nyalakan lampu penunjuk arah kanan dan kiri sebelum bepergian, pastikan mereka berfungsi dengan baik.
Lampu Belakang
Periksa lampu belakang sepeda motor anda sebelum bepergian pada malam hari.


Helm SNI
Kenakanlah Helm SNI setiap kali hendak bepergian dengan sepeda motor.




Perilaku Berbahaya
Mudahnya manuver sepeda motor dalam mengatasi kemacetan dan kepadatan jalan, membuat pengendara lupa akan beberapa perilaku berbahaya yang dapat berakibat fatal, diantaranya :
Membonceng penumpang lebih dari 1 orang (anak maupun dewasa)
Pada dasarnya sepeda motor adalah kendaraan yang dirancang untuk memuat dua orang, baik dewasa maupun anak-anak. Akan tetapi fenomena yang terjadi adalah banyak pengendara yang mengangkut penumpang yang berjumlah rata-rata antara 3 hingga 4 orang di atas satu sepeda motor.
Sepeda motor yang dipaksakan untuk mengangkut lebih dari dua orang, selain mengalami tekanan berlebih pada mesin, keseimbangan dan kestabilan kendaraan yang telah diperhitungkan, perancangan kendaraan menjadi terganggu, sehingga membahayakan pengendara dan penumpangnya.
Memuat barang yang berlebihan
Dalam penggunaannya, sepeda motor adalah alat yang diperuntukkan mengangkut orang, bukan untuk angkutan barang. Akan tetapi banyak masyarakat yang tidak mengindahkan kenyataan itu.
Beban yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan sepeda motor, penguasaan pengendara akan kendaraannya dan mengurangi kemampuannya untuk mengantisipasi kendaraan lain.
Tidak lengkapnya perlengkapan keselamatan.
Untuk menjaga keselamatan di jalan, pemilik sepeda motor harus memelihara perlengkapan wajib yang ada di kendaraan tersebut.
Beberapa tindakan yang tidak dianjurkan adalah :
  1. Mengganti warna lampu depan, belakang dan penunjuk arah
  2. Menghilangkan frame kendaraan untuk meringankan sepeda motor
  3. Mengganti rem dengan yang sub standar
Berkendara tanpa peralatan keselamatan (helm, jaket, sepatu)
Perlu disadari bahwa perlindungan terhadap pengendara sepeda motor sangat minim, karena tubuh pengendara tidak terlindungi oleh badan / rangka kendaraan.

Untuk memaksimalkan perlindungan dari kecelakaan, maka pengendara sepeda motor wajib menggunakan alat keselamatan tambahan yang di rancang untuk melindungi organ alat vital dari pengendara.

Kecepatan melebihi ketentuan yang ada
Rambu batas maksimal kecepatan yang ada di beberapa titik jalan menyatakan batas kecepatan maksimal yang sudah diperhitungkan dengan matang untuk menjaga keselamatan pengendara.

Bila sepeda motor dipacu dengan kecepatan di atas ketentuan yang ada. Akan membahayakan pengendara itu sendiri dan pengguna jalan lain. Karena sepeda motor menjadi sulit dikendalikan dan kendaraan lain pun akan sulit mengantisipasi dan menghindarinya.

Berkendara secara agrsif (zig zag)
Kelincahan yang dimiliki sepeda motor seringkali disalahgunakan pengendara sepeda motor dengan berkendara secara zig zag untuk memanfaatkan celah yang ada.
Akibat daripada zig zag adalah :
  1. Sepeda motor berada pada posisi tak terlihat (blind spot / titik buta) bagi pengemudi didepannya.
  2. Pengemudi atau pengendara lain tidak dapat mengantisipasi gerakan kendaraan tersebut.

Untuk menghindari hal itu, sepeda motor harus selalu berada di dalam ruang/zona pandang kendaraan lain.

Membiarkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor
Banyak orang tua yang bangga bila anaknya sudah dapat mengendarai sepeda motor pada usia yang relatif dini dan belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) sepeda motor.
Tanpa disadari, mereka telah menempatkan anak dalam resiko tinggi kecelakaan. Secara psikologis, anak di bawah umur belum memiliki penguasaan mental yang cukup untuk mengendarai sepeda motor.
Secara fisik, proporsi badan anak belum memadai untuk penguasaan kendaraan secara maksimal.

Berteduh di bawah kolong jembatan
Saat hujan tiba, banyak sepeda motor yang berteduh dibawah jembatan hingga memenuhi jalan.
Hal ini selain membuat lalu lintas menjadi terhambat, juga membahayakan pengendara motor sendiri karena mobil yang lewat dapat menyenggol atau menabrak motor yang berteduh karena berada di lintasannya.
Sebagai solusi, pengendara motor harus selalu membawa jas hujan yang dapat dikenakan dimana saja.

Keterampilan yang dibutuhkan untuk keselamatan
Untuk dapat berkendara dengan selamat, selain perlengkapan yang memadai, pengendara sepeda motor juga harus menguasai beberapa keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk dapat menguasai kendaraan secara penuh.

Mengerem
Dalam mengurangi kecepatan sepeda motor, ada teknik-teknik yang perlu dikuasai oleh pengendara sepeda motor yaitu rem depan, rem belakang, rem dengan bantuan mesin dan preseneling (transmisi) dan pengereman mendadak.
1. Menggunakan rem depan belakang secara serempak
Menggunakan rem depan dan belakang secara serempak memberi efek lebih stabil. Lakukan pengereman secara bertahap dan lembut sehingga diperoleh perlambatan yang sempurna.
2. Menggunakan mesin dan preseneling
Untuk dapat mengerem dengan efisien, dapat dibantu dengan penurunan gigi presneling.

Menikung (Cornering)
Ada beberapa teknik menikung yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga keselamatan selama berkendara
1. Pengendalian dengan posisi berlawanan (Counter Steering)
Jika body sepeda motor belok ke kiri, dengan setang tetap, rebahkan badan dan tarik bahu ke arah kiri dari setang. Demikian juga sebaliknya jika menikung ke kanan.
2. Pengendalian dengan menekan tangki (Tank Grip)
Jika pengendara menikung ke kiri maka tangki di jepit dengan kaki kanan, lalu foot step kiri ditekan dengan kaki kiri supaya dapat miring ke kiri.
3. Menikung kecepatan rendah (Slow Cornering)
Cara ini dapat dilakukan saat macet atau parkir, posisi badan diarahkan ke arah yang berlawanan dengan arah menikung tetapi jangan terlalu patah karena dapat berakibat jatuh.
4. Arah menikung (Line Corner)
Jika pengendara menikung ke arah kanan, maka pengendara harus mengambil posisi melebar ke kiri terlebih dahulu, ini dilakukan agar sepeda motor tidak keluar jalur.
5. Mendahului (Overtaking)
Untuk dapat mendahului kendaraan lain terutama mobil, pengendara sepeda motor dilarang mendahului dari arah kiri dan membunyikan klakson terlebih dahulu. Ini dilakukan agar mobil dapat mengantisipasi pengendara sepeda motor.


Wednesday, May 11, 2016

Jenis-Jenis Helm dan Fungsinya



Helm (bahasa Belanda: Helm) adalah bentuk perlindungan tubuh yang dikenakan di kepala dan biasanya dibuat dari metal atau bahan keras lainnya seperti kevlar, serat resin, atau plastik. 
Helm biasanya digunakan sebagai perlindungan kepala untuk berbagai aktivitas pertempuran (militer), atau aktivitas sipil seperti olahraga, pertambangan, atau berkendara. Helm dapat memberi perlindungan tambahan pada sebagian dari kepala (bergantung pada strukturnya) dari benda jatuh atau berkecepatan tinggi. [Wikipedia.org]
Mungkin bagi sebagian besar pengendara motor sudah mengetahui fungsi dan kegunaan helm. Selain untuk menahan terpaan angin, helm juga memiliki fungsi yang jauh lebih mulia, yaitu menyelamatkan jiwa pemakainya jika terjadi kecelakaan. Salah satu syarat yang harus dipenuhi dari helm standard di Indonesia adalah adanya logo SNI yang tertempel atau tercetak di helm tersebut.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa helm tidak saja berfungsi untuk menyelamatkan jiwa si pengendara, tetapi juga mampu mengurangi cedera yang dialami ketika terjadi kecelakaan. Bagian yang paling rentan mengalami luka adalah muka, kepala bagian atas dan leher. Oleh karena itu sebuah helm yang baik adalah helm yang bisa melindungi ketiga bagian kepala tersebut.
Mari kita mengenal jenis-jenis helm yang ada dan apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis helm tersebut.
1. Helm Cetok/Shorty Helmet
Helm Cetok/Shorty Helmet


Kelebihan: Mampu melindungi bagian atas kepala meski dengan tingkat perlindungan yang sangat minim. Helm jenis ini dirancang untuk memudahkan penglihatan dan pendengaran penggunanya. Helm ini mudah dibawa dan disimpan karena bentuknya yang simple. Harga helm jenis ini biasanya murah.
Kekurangan: Dengan tidak adanya bagian yang menutupi telinga, helm ini bisa membahayakan pendengaran pengunanya akibat suara noise yang ditimbulkan ketika berkendara. Helm ini tidak memberikan proteksi yang baik terhadap kepala. Fungsi helm ini tak ubahnya topi saja,Say "No" untuk helm yang ini.
2. Helm Half-Face / Open face
Helm Half Face


Kelebihan: Melindungi bagian atas, samping (telinga) dan belakang kepala (leher). Helm jenis ini memberikan perlindungan yang sedikit lebih baik dibanding helm ”cetok”. Mudah dipakai dan dilepas. Beberapa helm jenis ini dilengkapi dengan bantalan dari bahan kulit pada bagian telinganya.
Kekurangan: Suara noise dari luar masih tetap masuk ke telinga. Tidak bisa memberikan perlindungan yang memadai bagi kepala, khususnya bagian muka, dagu, gigi, hidung, leher dan mata. Karena tidak dilengkapi dengan kaca pelindung pada bagian depannya, maka helm ini tidak bisa melindungi pemakainya dari hujan, debu, angin, serangga bahkan kerikil kecil yang beterbangan di jalan.
3. Helm ¾ / Modular Helmet
Helm 3/4

Kelebihan: Mampu melindungi bagian kepala, muka, leher, telinga dan mata. Helm jenis ini berada pada posisi ketiga helm yang cukup aman. Dengan kaca pelindung yang mudah dibuka-tutup, pemakai bisa dengan mudah makan, minum, memotret atau merokok sekalipun. Kaca pelindungnya juga bisa berfungsi untuk melindungi diri dari hujan, debu dan angin. Helm jenis ini sedikit lebih mahal dibanding jenis half-face.
Kekurangan: Karena desainnya semi terbuka, maka akan menimbulkan efek dengung di telingan pemakainya. Kurang memberikan perlindungan terhadap muka, dagu, gigi dan hidung.
4.Helm Full-face
Helm Full Face
Kelebihan: Helm jenis ini adalah helm yang paling aman untuk digunakan pengendara motor. Helm ini mampu melindungi muka, kepala, leher, telinga, dan dagu dengan sempurna. Helm ini juga aman dipakai di saat hujan serta melindungi kita dari debu, kerikil atau serangga di jalan. Helm jenis ini mampu melindungi pemakainya dari cedera yang tidak diinginkan saat terjadi kecelakaan.
Kekurangan: Karena tertutup rapat, si pemakai sulit untuk bisa mendengar suara sekelilingnya. Tidak praktis kalau kita ingin makan atau minum di tengah jalan. Bagi pengguna kacamata, helm jenis ini sangat tidak nyaman digunakan. Harga relatif lebih mahal dibanding jenis lain.
5.Helm Flip-Up
Helm Flip Up


Kelebihan: Hampir sama dengan helm jenis Full-face, hanya saja helm jenis ini memiliki bagian depan yang bisa diputar ke atas (flip-up). Sehingga bisa memudahkan pemakainya untukmakan, minum atau merokok tanpa harus melepas helm. Helm jenis ini mampu memberikan perlindungan yang cukup baik, sama halnya dengan jenis full-face.
Kekurangan: Karena bagian depannya bisa dibuka-tutup, maka ada kemungkinan bagian tersebut jadi terbuka ketika terjadi kecelakaan sehingga bisa melukai bagian muka dan dagu. Harga helm jenis ini bisanya lebih mahal dibanding jenis full-face.
Berikut adalah bagian dari sebuah helm :

Bagian-bagian dari Helm
Bonus :

Nah...klo ini masuk jenis yang mana ya..???

Bagai mana dengan helm yg anda gunakan sekarang,apakah sudah memenuhi kriteria keselamatan.Tentu sebagai pengguna andalah yg menentukan karna berkaitan dengan selera,kenyamana dan keamanan. Semoga bisa menambah wawasan kita dalam berkendara dan menyadarkan akan pentingnya helm sebagai salah satu safety gear dalam berkendara.

Sumber Google.