Showing posts with label skill riding. Show all posts
Showing posts with label skill riding. Show all posts

Friday, December 15, 2017

Marka Cermin, Sang Penyelamat Yang Sering Diabaikan


Halo... semoga semua rekan penyuara  keselamatan dijalan dalam keadaan sehat, lama sudah saya tidak update blog saya ini. Kesibukan sebagai jurnalis kali ini membuat saya harus membagi waktu tersendiri dalam menulis. Kali ini saya akan membahas Marka Cermin, sebuah piranti keselamatan yang biasanya berada di ujung jalan tikungan. kehadirannya yang sangat penting namun seringkali diabaikan oleh kebanyakan pengendara.

Saat berkendara di jalan dengan kategori lingkungan (kelas IIIc), kemungkinan besar kita bakal sering menemukan sebuah marka cermin lalu lintas (traffic mirror) yang berada di pinggir jalan. Biasanya marka cermin yang berbentuk cembung itu terpasang di sudut persimpangan atau tikungan jalan yang berpotensi menjadi titik buta (blind spot) bagi pengendara berlawanan arah.

Marka cermin ini biasanya terbuat dari bahan material polikarbonat (polycarbonate) pada rangkanya, dan marka ini dilengkapi dengan permukaan cermin cembung dari bahan akrilik (acrylic) dan ada juga yang menggunakan bahan stainless yang anti pecah. Cermin tersebut juga dibuat agar tahan terhadap suhu ekstrem, seperti panas yang menyengat, serta dingin yang membekukan.


Dalam perkembangannya, ada ragam bentuk marka cermin, namun yang akrab pada penglihatan kita adalah yang berbentuk bundar, dengan diameter antara 60-80 cm. Marka cermin ini pada umumnya digunakan pada jalan-jalan sempit dan tikungan tajam. Cermin ini memang diciptakan untuk meningkatkan keselamatan di jalan dengan biaya yang relatif rendah.

Sesuai dengan fungsinya sebagai pengingat kewaspadaan di tikungan, sama halnya dengan kegunaan kaca spion untuk mengontrol posisi kendaraan, keberadaan marka cermin juga berfungsi serupa, yakni mendeteksi keberadaan kendaraan lawan arah saat berada di titik buta. Dengan bantuan cermin itu pengendara bisa mengatur posisi dan kecepatan laju kendaraan saat berada di tikungan.


Meski demikian, terkadang banyak pengendara yang tidak mempedulikan adanya marka cermin tersebut. Marka cermin hanya menjadi hiasan jalan saja, dengan melupakan fungsi pentingnya yaitu meminimalisir potensi kecelakaan ditikungan jalan. Bahkan kita bisa temui marka cermin yang tidak terawat bahkan dengan sengaja dirusak dan dicoret-coret oleh tangan-tangan jahil.

Sangat disayangkan memang, marka yang mempunyai peran menekan potensi kecelakaan malah diabaikan, tidak dirawat, bahkan sengaja dirusak. Sepatutnya kita bersama merawat dan menjaga marka cermin tersebut demi terciptanya jalan yang nyaman dan aman.


Tuesday, September 19, 2017

Penyebab dan Tanda Lelah atau Fatigue Saat Berkendara


Musuh bagi sebagian pengendara sepeda motor (Bikers) saat melakukan perjalanan jauh seperti touring, adalah rasa lelah atau Fatigue. Perlu diketahui, saat berkendara dengan dihinggapi rasa lelah memiliki resiko bahaya 20 kali lebih besar daripada pengendara yang bugar.

Kelelahan biasanya menghinggapi seorang bikers pada waktu-waktu tertentu seperti antara pukul 00.00 - 06.00, 12.00 - 15.00 dan 21.00 - 00.00. Pada waktu-waktu tersebut biasanya rasa lelah atau fatigue akan hinggap dimana hal ini akan sangat mengganggu aktifitas yang sedang dilakukan.

Kelelahan atau fatigue dapat mengakibatkan hilangnya kewaspadaan, mengantuk, bahkan hingga tertidur ketika berkendara. Akibat lainnya adalah hilangnya refleks, lamban dalam mengambil keputusan, serta menurunnya kemampuan berkendara. Hal ini tentunya sangat berbahaya, dan dapat menyebabkan adanya potensi kecelakaan.

Ada tiga faktor yang dapat menyebabkan kelelahan diantaranya sebagai berikut:

  • Kurang tidur, apakah ada gangguan tidur, akumulasi dari tidur yang kurang, dan kurangnya waktu tidur dalam waktu yang panjang atau lebih dari 17 jam.
  • Pekerjaan, apakah bekerja dengan waktu yang lama sehingga tidak ada waktu untuk beristirahat.
  • Kesehatan, apakah pengemudi kurang sehat ketika berkendara atau sedang mengonsumsi obat dari dokter.


Hal yang menjadi masalah adalah, terkadang pengendara tidak menyadari bahwa dirinya sebenarnya sudah sangat lelah. Kebanyakan Bikers menganggap diriinya cukup fit, untuk duduk dan berkendara dengan sepeda motor. Karena itu, sangat penting sekali mengenali gejala kelelahan yang bisa saja melanda pada suatu waktu.

Berikut ini beberapa tanda orang kelelahan:

  • Hilangnya kewaspadaan, keadaan kita tidak dapat merespons atau bergerak dengan cepat ketika keadaan darurat atau melakukan tindakan keamanan seperti saat kondisi normal.
  • Mengantuk, perasaan agak melayang dan tertidur ketika berkendara. Terkadang rasa ini  tidak dirasakan dan diketahui. Kondisi ini sering sekali menyebabkan kendaraan keluar dari lintasan dan berakibat kecelakaan
  • Tertidur ketika berkendara, beberapa kejadian buruk mengenai kecelakaan tunggal penyebabnya adalah pengendara tertidur ketika sedang berkendara. Situasi seperti ini membuat si pengendara tidak dapat mengontrol atau mengambil keputusan dengan tepat sebelum terjadi tabrakan.


Kunci dari mengatasi kelelahan hanya tidur yang cukup dan istirahat. Waktu ideal untuk tidur dan istirahat setidaknya 7,5 jam. Jika kurang tidur, pengemudi harus lebih meningkatkan kewaspadaan dan lebih berhati-hati. Selain itu, asupan makanan yang cukup dan tidak berlebihan juga bisa membantu mengatasi kelelahan.


Tuesday, May 09, 2017

Belajar Santun Berlalu-lintas



Beberapa waktu belakangan ini media massa memberitakan berita kecelakaan yang terjadi dijalan raya, dari kecelakaan tersebut menambah pula data korban kecelakaan baik yang luka ringan, luka berat, dan yang meninggal dunia. Belum lagi data kerugian materiil dan non materiil.

Memang musibah kecelakaan tidak ada yang tahu kapan akan datangnya, saat seseorang sudah berada dijalan raya potensi kecelakaan bisa datang kapan saja tanpa diketahui kapan waktunya, penyebabnya, dan siapa saja yang terlibat.

Banyaknya kecelakaan berlalu-lintas yang terjadi belakangan ini juga akibat dari para pengendara yang tidak lagi menjunjung tinggi etika dalam berlalu-lintas. Seribet itukah hingga harus ada etika dalam berlalu-lintas? Ya, menurut saya ini bukanlah hal yang ribet. Etika kita buat dan sepakati bersama karena untuk mengatasi sebuah masalah. Dan menurut saya salah besar jika menganggap etika justru membatasi ruang gerak ekspresi kita. Yang perlu kita sadari bersama hak berekpresi bukanlah sebuah hak yang absolute, namun ada batasan-batasannya. Dalam hal ini etika berlalu-lintas perlu disadari sebagai upaya melindungi para pengguna jalan maupun pengendara motor itu sendiri. Jadi rasanya terlalu naif jika kita tidak menghiraukannya.

Nampaknya untuk mengatasi permasalahan berlalu-lintas di negeri ini tidak cukup dengan UU ataupun Polisi lalu-lintas maupun aparat terkait didalamnya. Perlu ditumbuhkan dan dibangun kesadaran masyarakat akan budaya tertib berlalu-lintas. Untuk itu kita semua perlu belajar santun dalam berlalu-lintas. Kebut-kebutan di jalan umum jangan dianggap hebat dan gagah. Tidak memakai helm dan menerobos lampu merah juga merupakan tindakan yang tidak beretika. Karena telah melanggar tata-tertib yang telah disepakati bersama.

Untuk mengakhiri tulisan ini, kiranya saya ingin mengajak seluruh masyarakat “Mari Budayakan Tertib & Santun dalam Berlalu-lintas”. Ini akan menjadi mudah jika kita niatkan bersama. Mari bangun kesadaran diri dan kesadaran masyarakat bahwa santun dalam berkendara adalah salah satu kunci keselamatan bersama. Ingat, jalan raya bukan milik kita pribadi, tapi milik umum (Negara). Yang dibangun melalui anggaran yang berasal dari uang rakyat. Jadi semua orang memiliki hak yang sama dalam memakai jalan umum. Dan semua wajib menjaga ketertiban serta kesopanan dalam berkendara. Bukan cuma tugas seorang Polisi, tapi kewajiban kita bersama. Mari tanamkan slogan dalam berkendara, “Anda sopan, Kami akan segan”!


Friday, September 23, 2016

Perjalanan Touring = Cara Saya Memaknai Hidup





Beberapa teman bertanya pada saya, apa sih yang bisa saya dapat ketika saya melakukan perjalanan touring dengan mengendarai sepeda motor sejauh ratusan kilo bahkan hingga ribuan kilo? Jawaban saya sederhana saya sedang belajar memaknai hidup saya. Lhoh apa hubungannya? Begini alasannya.


Arah dan Tujuan,
Sebelum memulai setiap perjalanan tentunya saya mempersiapkan segalanya, kemana arah dan tujuan saya, jalan mana yang harus saya lalui dan perencanaan sebelum memulainya. Persiapan harus dilakukan secara matang baik jasmani dan rohani. Kesiapan diri untuk mengarungi perjalanan juga harus dipikirkan secara matang, karena selama perjalanan tentunya banyak resiko  yang akan kita lalui.


Begitu juga dalam hidup saya perlu merencanakan kemana arah dan tujuan hidup saya, perencanaan hidup harus matang mau dibawa kemana hidup kita tanpa arah dan tujuan hidup tentunya saya akan menjadi orang yang tersesat. Persiapan diri dalam menjalani perjalanan hidup harus disiapkan secara jelas jangan sampai kita tidak sampai ke arah dan tujuan yang dituju karena adanya aral dan rintangan selama kita menjalaninya dan kita menyerah begitu saja.


Perbekalan
Dalam setiap perjalanan tourin saya persiapkan segala sesuatunya seperti perbekalan, perbekalan yang dimaksud adalah perbekalan diri selama perjalanan baik secara materi maupun non materi, baik secara jasmani maupun rohani. Belajar dari pengalaman orang yang pernah lebih dahulu melakukan perjalanan  touring dengan tujuan yang sama adalah ilmu yang berharga. Setidaknya kita bisa tahu jalan mana yang harus kita lalui dan apa yang kita lakukan jika kita menemukan rintangan yang sama. Pengalaman orang tersebut bisa jadi bekal kita dalam melakukan perjalanan touring



Dalam kehidupan saya juga perlu mempersiapkan perbekalan dalam mengarungi kehidupan ini. Perbekalan dalam hidup bisa beraneka ragam bisa bekal materi maupun non materi. Petuah dari orang yang lebih tua atau dituakan bisa menjadi landasan dan bekal yang berharga dalam mengarungi kehiupan.


Resiko
Di setiap perjalanan touring tidak selamanya berjalan lancar, tidak selamanya jalan yang dilallui itu mulus dan lurus. Ada saja hambatan, aral dan rintangan yang bisa menghambat perjalanan saya. Jalan rusak, jalanan berkelok, macet, resiko kecelakaan baik ringan maupun berat bisa saja terjadi.  Tentunya saya harus siap melewati segala hambatan itu. Karena saya sudah punya arah dan tujuan serta persiapan perbekalan yang memadai untuk melakukan perjalanan. Saat saya menyatakan diri siap untuk melakukan perjalanan maka saya telah siap menanggung segala sesuatunya.


Di kehidupan tentunya resiko, hambatan, aral dan rintangan selalu ada, persiapan diri dengan rencana yang matang dan siap menghadapi hambatan tentunya membuat hidup saya lebih bermakna. Halangan atau rintangan adalah nikmat Tuhan agar kita bisa belajar dan mencari jalan keluar dari hambatan tersebut. Tidaklah mungkin saya akan melalui jalan yang sama ketika jalan itu rusak dan tidaklah mungkin saya akan menunggu tembok rubuh dijalan yang buntu. Cari jalan alternatif lainnya.


Silaturahmi
Ketika perjalanan touring tidak jarang saya berjumpa dengan orang yang sama dengan tujuan yang akan saya tuju. Biasanya kita saling bertukar informasi dan bertukar ceita dan pengalaman selama perjalanan touring tersebut. Atau juga saya sengaja mengunjungi rekan, teman, sahabat ataupun saudara yang berada di kota-kota yang saya lalui dengan harapan silaturahmi tidak terputus. Silaturahmi adalah pintu rejeki begitu katanya dan itu terbukti, paling tidak saat mampir itu saya bisa berhemat dalam perbekalan hehehe....


Dalam kehidupan juga seperti itu saya berkomitmen jangan pernah putus tali silaturahmi dengan setiap orang yang pernah saya kenal maupun baru saya kenal. Saling bertukar pikiran dan saling membantu satu sama lain, menjaga toleransi dalam kehidupan perkuat tali silaturahmi agar hidup tidak susah.


Sampai ditujuan
Untuk sampai ditujuan tentunya tidak mudah seperti yang saya utarakan tadi banyak hal yang bisa jadi penghambat kita untuk mencapai tujuan, namun apa yang saya lakukan ketika saya sampai ditujuan?  Yang pertama tentunya bersyukur pada Tuhan atas segala nikmat dan karunianya sehingga tujuan yang saya tuju bisa tercapai rintangan bisa saya lalui dan saya bisa menambah saudara baru yang bertemu dengan saya ditengah perjalanan. Lalu apakah saya puas? Tentu tidak perjalanan masih panjang masih banyak tempat indah dan pengalaman perjalanan lain yang belum saya dapat dan itu menjadi target perjalanan touring saya selanjutnya.


Sama halnya dikehidupan saya, ketika tujuan hidup saya tercapai saya bersyukur telah diberi kesehatan, umur panjang segala rintangan hidup bisa dilalui dan tentunya ilmu-ilmu baru saya peroleh selama saya menjalani perjalanan kehidupan. Dan saya tidak akan puas pada satu hal saja selama nafas masih berhembus masih banyak dan jauh perjalanan hidup yang saya harus lalui. Tentunya ilmu dan bekal akhirat harus saya dapatkan.

Itulah alasan saya melakukan perjalanan touring. Jauh, lelah, letih, penuh resiko sudah menjadi hal yang biasa bagi saya. Jatuh dan bangkit lagi, tersesat bertanya dan mencari jalan alternatif. Perjalanan yang sangat menguras waktu, tenaga dan pikiran bukan perjalanan yang hanya tinggal duduk dan tiba ditujuan, bukan perjalanan yang cepat dengan melintasi angkasa. Perjalanan touring adalah cara saya memaknai hidup, cara saya belajar melewati kehidupan.



Bukan hal yang mudah namun ada kepuasan saaat saya bersyukur pada Tuhan saat saya mencapai arah tujuan saya. Saya tidak akan pernah menyerah perjalanan masih panjang masih banyak tujuan yang belum saya capai.

Thursday, September 15, 2016

SUSAHNYA TERTIB BERKENDARA DAN BERLALU LINTAS




Dalam era modern ini pada kenyataannya tidak menjadikan Manusia sebagai orang yang bermatabat, seharusnya demikian itu harus disingkirkan pada tempat yang paling pojok. Adakah  sesuatu yang keliru dari apa yang telah diyakini oleh masyarakat pada umumnya di Ibu Kota ini.  Ini tentang perihal masyarakat yang tidak mau tertib, baik sipil, PNS maupun Aparat yang berwajib. Urutan ini tidak pasti anda boleh memulai dari mana saja, karena antara masyarakat sipil, pegawai dan aparatnya sama-sama susah untuk tertib.

Suatu kenyataan yang sulit dipercaya oleh akal sehat, orang yang tertib dihakimi oleh orang yang tidak tertib, dan orang benar dihakimi oleh orang-orang salah. Memang betapa begitu susahnya menjadi orang benar ditengah-tengah orang salah. Hal inilah yang terjadi dalam kompleksitas kehidupan yang terus condong pada arah ketidak sesuaian. Dewasa ini nyaris tidak ada suatu kesalahan, nilai-nilai pembenaran telah disalah artikan oleh banyak orang, bahkan sekarang ini justru segala sesuatu dapat diputar balikan faktanya, yang salah menjadi benar dan yang benar menjadi salah. Anggapan-angapan pembenar telah melahirkan suatu stigma yang mengerikan dalam realitas berkehidupan sosial, serta menyusun dan membangun fundemental yang menyesatkan.

Suatu waktu saya pernah melihat seorang pengendara berada dibaris terdepan pada sebuah persimpangan jalan lebih tepatnya berada dibagian paling depan di belakang garis putih dari lampu lalu lintas, saat itu angka atau timer lampu lalu lintas masih menunjukkan angka 7 (tujuh) dan lampu masih berwarna merah, namun beberapa pengendara lain dibelakangnya sudah tidak sabar dan menekan klakson, tanda bahwa meminta yang didepannya untuk jalan. Hal serupa mungkin juga pernah atau sering kita lihat pada setiap persimpangan yang diatur oleh lampu lalu lintas, saya sendiri pun sering kali mengalami kejadian tersebut saat  kebetulan saya berada dibaris paling depan dari Lampu Lalu Lintas. Saat saya mengalami hal tersebut terkadang saya bingung apakah saya melajukan kendaraan atau tetap tidak bergeming hingga lampu lalu lintas berwarna hijau yang menandakan saya baru bisa melintasi persimpangan, jika saya tidak bergeming tentunya klakson dari pengendara lain yang berada dibelakang saya akan terus berbunyi dan menyebabkan kebisingan. Namun jika saya mengikuti kemauan mereka selain saya tidak tertib dan melanggar peraturan tentunya akan berbahaya bagi diri saya sendiri dan tentunya pengendara lain  yang melintasi persimpangan. Pada saat seperti itu yang saya lakukan adalah tetap menunggu hingga lampu lalu lintas benar-benar berwarna hijau,  dan barulah saya melintas persimpangan tidak peduli akan cemoohan pengendara lain yang pastinya akan marah-marah pada saya.

Dari Mana Kita Harus Memulai Mimpi Tertib Lalu Lintas

Bangsa indonesia ini memiliki cita-cita yang jelas dalam hal lalu lintas jelas menajaga keamanan, kenyamanan, keselamatan dan kelancaran bagi seluruh pengguna jalan umum, dan hal ini harus benar-benar di perhatikan. Marka jalan bukan sekedar hiasan juga lampu-lampu pengatur lalu lintas disetiap persimpangan dan tempat penyeberangan bukan hasil pekerjaan orang yang tidak ada kegiatan, itu semua adalah rambu-rambu yang harus dipahami dan ditaati oleh setiap pengguna jalan.



Namun yang terjadi justru sebaliknya pengguna jalan justru mengabaikan dari rambu-rambu lalu lintas.  Rambu-rambu  tersebut bagaikan hiasan yang tidak ada gunanya, menantang bahaya dengan melanggar aturan berlalu-lintas. Merampas hak pengguna jalan lainnya bahkan tidak jarang justru membahayakan dirinya sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Lalu kemudian apa yang menyebabkan keadaan-keadaan ini terjadi? Tentu ini menyangkut pada kesadaran pengguna jalan umum terhadap tata tertib berkendara dan berlalu lintas. Dengan berbagai alas an tentunya pelanggaran tersebut dilakukan. Waktu, dengan alasan mengejar waktu pengendara cenderung tidak peduli dengan adanya aturan berlalu lintas. Ribet, repot, dan malas juga menjadi alasan para pengendara melakukan pelanggaran.

Pemerintah melalui beberapa aparat terkaitnya merancang dan membuat aturan tata tertib berkendara dan berlalu lintas dengan harapan kita semua pengguan jalan bisa merasakan kenyamanan, keamanan dan keselamatan saat berkendara dan berlalu lintas. Tentunya ini juga harapan dari semua pengguna jalan, untuk itu masihkah kita harus melanggar aturan-aturan tersebut?


Bagi anda yang merasa menjadi makhluk pelanggar aturan berkendara dan berlalu lintas jalan, bisa kita mulai diri kita sendiri insyafkan diri dari sekarang, patuhi aturan berkendara dan berlalu lintas yang ada, jangan sampai ada lagi hak orang lain yang dilanggar atau dicuri hanya karena ketergesa-gesaan kita. Anda harus percaya bahwa setiap pengguna jalan memiliki kepentingan yang tidak bisa ditunda waktunya sebagaimana anda. Jadilah pelopor keselamatan dalam berkendara dan berlalu lintas agar seluruh pengguna jalan bisa merasakan Kenyamanan, Keamanan dan Keselamatan dalam berkendara. Dengan tertib berkendara berlalu lintas maka anda telah peduli pada Kenyamanan, Keamanan dan Keselamatan di jalan raya.

Monday, September 05, 2016

Miskin Karena Kecelakaan



Tingginya angka korban tewas dalam kecelakaan selama beberapa tahun belakangan ini membuat kita semua tercengang dan korban tewas dalam kecelakaan itu di antaranya tewas dalam kecelakaan yang melibatkan sepeda motor.
Disebut kecelakaan yang melibatkan sepeda motor karena belum tentu kecelakaan itu diakibatkan oleh kesalahan pengendara sepeda motor. Bisa saja kecelakaan itu terjadi karena kesalahan atau kelalaian pengendara mobil, bus, ataupun truk.
Menurut data kepolisian Republik Indonesia tahun 2015 kecelakaan jalan di Indonesia telah merenggut  31.234 jiwa dan Kerugian ekonomi yang diderita akibat kecelakaan yang menelan korban jiwa mencapai Rp35,8 triliun.
Kita, kita tidak boleh melupakan bahwa angka 31.234 itu bukan sekadar membicarakan angka-angka, melainkan membicarakan soal manusia yang mempunyai keluarga yang ditanggungnya.
Dari data jumlah pelaku kecelakaan tersebut, dominan di antaranya adalah karyawan, yang menjadi tumpuan hidup bagi keluarganya. Dikisahkan, Sugiyono (39) tewas ketika minibus yang dikendarainya mengalami kecelakaan di Kendal, Jawa Tengah. Ia meninggalkan istrinya, Rohaya (30), dan dua anaknya, Ridwan Budi Saputra (12) dan Langgeng Dewi Permana (6). Perjalanan hidup Sugiyono di dunia sudah berakhir, tetapi istri dan kedua anaknya masih harus terus melanjutkan perjalanan hidupnya tanpa tahu dari mana biaya untuk menghidupi mereka.
Dari sebagian besar kecelakaan lalu lintas yang terjadi, penyebab terbesar adalah faktor kesalahan manusia (human error) sebanyak 65 persen, terutama karena mengantuk dan kelelahan. Penyebab kedua terbesar adalah prasarana jalan (13 persen). Penyebab ketiga adalah kelaikan kendaraan (sekitar 10 persen) dan keempat adalah laik jalan (10 persen).
Rendahnya disiplin pengendara juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan. Kecelakaan juga disebabkan oleh watak  pengendara  yang belum menyadari sepenuhnya betapa mahalnya harga nyawa sehingga belum tertib berlalu lintas, seperti masih  banyak masyarakat tidak saling pengertian atau egois pada saat menggunakan jalan, aksi kebut-kebutan bagi remaja dan  sejumlah faktor lainnya. Kelalaian lainnya juga sering terjadi, seperti membuka handphone saat berkendara, tidak menggunakan helm, melawan arus dan sengaja berboncengan mencapai 3 hingga 4 orang serta tidak mematuhi aturan berlalu lintas dan sengaja memodifikasi kendaraan yang membahayakan diri sendiri dan pengendara lainnya 
Jika ada imbauan kepada pengendara untuk berhati-hati saat berlalu lintas di jalan atau diminta menggunakan perangkat pengaman, jawaban mereka adalah kalau sudah takdir mau apa lagi. Mereka lupa bahwa ada keluarga yang menantikan mereka selamat sampai di rumah. Jika pengendara mengalami kecelakaan, keluarga mereka di rumah akan dimiskinkan. Jika tewas, selain harus menanggung biaya pemakaman, keluarga juga kehilangan penopang hidup. Jika cacat, keluarga selain kehilangan penopang hidup mereka juga harus menanggung biaya perawatan dan pengobatan.
Melihat kejadian yang sama berulang dari tahun ke tahun, kita pun bertanya-tanya siapa yang harus disalahkan. Paling mudah adalah menunjuk pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan bernegara. Namun, sesungguhnya persoalannya tidaklah sesederhana itu, setiap pihak mempunyai andil sendiri-sendiri.
Menjadi pelopor keselamatan berkendara dijalan adalah suatu bentuk kepedulian bersama dari setiap lapisan masyarakat pengguna jalan. Tanggung jawab keselamatan bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah saja namun sudah menjadi tanggung jawab kita bersama selaku pengendara dan pengguna jalan.

Sayangi diri andan dan keluarga anda, Jadikan Indonesia Aman, Nyaman, Selamat dan Sejahtera.

Thursday, July 14, 2016

Tips Memilih Ban Yg Tepat Sesuai Kondisi Jalan dan Kenali Tipenya



Tips Memilih Ban Yg Tepat Sesuai Kondisi jalan dan Kenali Tipenya - Aplikasi penggunaan ban untuk harian pada nyatanya tidak boleh asal memilih atau menggunakan ban asal-asalan. Jika Anda menggunakan sepeda motor untuk keperluan sehari-hari, tentunya kondisi jalan sangatlah bermacam-macam, contohnya berlubang, berlumpur, berpasir, aspal, becek (berair) dan lain-lain. Maka dari itu jika kita sebagai pengguna kendaraan sehari-hari, maka kita harus pintar ketika memilih tipe ban untuk melewati berbagai kondisi jalanan yang biasa kita lalui.

Kondisi jalan memang sangat berpengaruh pada performa dan kenyamanan Anda saat mengendarai motor. Bukan hanya itu, kondisi jalanan yang basah setelah terkena hujan atau kering saat musim panas 
juga memiliki resiko masing-masing. Karena itulah sebagai pengguna kendaraan bermotor, tentunya harus kita harus pintar memilih tipe ban yang tepat untuk motor yang kita gunakan. Ban memiliki tipe  
yang beragam yakni tipe basah, tipe kering dan tipe keduanya. Dari ketiganya ini memiliki kegunaan atau fungsi yang berbeda. Berikut Reza BLack Wild Roses akan berbagi Tips Memilih Ban Yg Tepat Sesuai Kondisi jalan dan Kenali Tipenya

* Tipe Ban Basah
Jenis Ban tipe basah ini digunakan khusus untuk jalan yang kerap kali basah. Ban tipe basah memiliki ciri banyaknya alur yang menjangkau hingga tepi ban. Alur pada ban ini bertujuan untuk 
membuang air saat ban berputar melewati jalan yang basah dan berair, namun traksi ban ini akan menurun di jalanan yang kering. Sehingga ban tipe basah ini akan cepat habis atau terkenal dengan 
istilah "gundul" jika digunakan dijalanan yang kering.
Tips Memilih Ban Yg Tepat Sesuai Kondisi jalanan dan Kenali Tipenya
Ban Tipe Basah
 * Tipe Ban Kering
Ban tipe kering ini memiliki sedikit alur atau bahkan tidak memiliki alur sama sekali. Ban tipe basah ini memiliki traksi terbaik saat digunakan pada jalanan yang kering. Sehingga ban sangat 
nyaman ketika dipakai dijalanan yang kering tanpa Anda khawatir akan terpeleset atau selip. Namun ketika ban tipe kering ini menemui jalan berair atau basah, hendaknya Anda hati-hati karena 
traksi akan berkurang saat jalanan menjadi basah sehingga risiko terpeleset akan meningkat.
Tips Memilih Ban Yg Tepat Sesuai Kondisi jalanan dan Kenali Tipenya
Ban Tipe Kering
 * Tipe Ban Kering dan Basah
Ban pada tipe ini memiliki fungsi yang sangat baik, yakni dapat digunakan dijalanan yang basah atau kering. Ciri dari ban ini yakni memiliki alur yang tidak terlalu banyak dan traksinya 
sangat bagus. Jenis ban inilah yang paling banyak digunakan di Indonesia karena iklimnya yang tropis. Untuk membedakan jenis ban ini Anda bisa melihatnya di bagian spesifikasi yang tertera 
pada ban. Biasanya pabrikan seringkali menuliskan tipe wet, dry atau wet dry. Maka dari itu sesuaikan tipe ban dengan kondisi jalan yang sering Anda lewati agar Anda tetap dalam keamanan dan 
kenyamanan ketika berkendara.
Tips Memilih Ban Yg Tepat Sesuai Kondisi jalanan dan Kenali Tipenya
Ban Tipe Kering dan Basah
 Memilih ban untuk sepeda motor memang terkesan sangat mudah dan sepele. Anda biasanya pergi ke toko ban atau bengkel dan sekaligus memasangnya, urusan pun beres. Simpel kan ..? Eits, namun hal 
inilah yang harus diperhatikan. Karena fakta yang tidak bisa dipungkiri membuktikan bahwa banyak pengguna sepeda motor yang mengaku hampir celaka karena motor yang ditungganginya terpelanting 
atau terpeleset saat ketika melewati medan jalan yang berbeda kondisinya ataupun ketika Anda melakukan pengereman. Maka dari itu pintar-pintarlah Anda dalam menentukan tipe, jenis dan ukuran 
ban yang Anda gunakan. Sesuaikanlah dengan jenis motor dan kondisi jalanan. Berikut merupakan cara memilih atau menentukan ban yang Anda gunakan.

1. Pilih Ban Dengan Permukaan Tapak Sedang
Bagi Anda pengguna kendaraan sehari-hari, sebaiknya memilih ban dengan jenis tapak menengah atau sedang. Artinya, bukan ban yang memilki tapak lebar bukan juga tapak kecil seperti yang digunakan oleh anak-anak muda saat ini. Ban dengan telapak yang kecil memang terbukti tidak banyak menyedot tenaga dari mesin. Pasalnya, bidang yang bergesekan dengan permukaan jalan jugarelatif sedikit. Alhasil, motor akan terasa lebih enteng dan irit bahan bakar. Namun ban yang memiliki tapak kecil ini gampang sekali terpeleset, terpelanting, bahkan ban rentan pecah atau bocor. Untuk ukuran ban yang memiliki tapak sedang ini adalah ban standar pabrikan yakni 2.50 / 70/90, ban depan dan 2.75/ 80/90 belakang (untuk ukuran motor bebek), 80/90 / 2.75, depan dan90/90, 3.00 belakang (untuk motor laki) yang memiliki cc dibawah 150cc. Ban dengan telapak sedang selain tidak boros bahan bakar, motor lebih stabil dan aman. Karakter seperti inilah yang cocok untuk motor yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.

2. Memiilih Tipe atau Jenis Ban Yang Tepat Sesuai Kondisi
Karena tipe atau jenis ban telah dijelaskan diatas, maka disini hanya menyarankan saja. Karena setiap pabrikan memproduksi ban dalam berbagai jenis. Melihat karakter iklim di Indonesia, dimana 
perbandingan musim hujan dan kering yang seimbang, sangat disarankan untuk menggunakan jenis ban kering dan basah atau basah. Karena di Indonesia ban basah masik memiliki daya cengkram yang 
lumayan kuat ketika dia berada dijalanan yang keringm namun kerugiannya jika ban basah digunakan di jalanan yang kering,. Maka ban itu sendiri akan cepat abis atau "gundul".

3. Memilih Motif atau Profil Ukiran Ban
Motif ukiran pada ban sangat berkaitan dengan kinerja ban saat melintasi berbagai karakter jalanan, baik itu basah maupun kering. Bagi Anda yang menggunakan motor untuk kegiatan sehari-hari, 
maka disarankan gunakanlah ban dengan motif ukiran yang searah. Motif ukiran ban memangla bermacam-macam. Namun, umumnya pabrikan mengukir ban produk mereka searah yakni miring atau menyamping 
dengan sudut 45 derajat dari depan ke belakang. Hal ini dimaksudkan agar ban mampu menyingkirkan air ke samping dan permukaan ban tetap mampu mencengkeram permukaan jalan. Dengan demikian, 
motor tetap stabil dan pengendara tidak akan kehilangan kendali ketika melewati jalan basah.

4. Pahamilah Kode Pada Ban
Kode yang harus Anda pahami tidak hanya sebatas ukuran ban baik dalam ukuran metric maupun inci saja, tetapi juga kode produksi. Hal itu dimaksudkan agar Anda tidak salah memilih ban yang sesungguhnya sudah kedaluwarsa. Pada umumnya, pabrikan merancang masa kedaluwarsa ban produknya yakni lima tahun setelah dibuat lalu dipasarkan.

Itulah sedikit penjelasan mengenai Tips Memilih Ban Yg Tepat Sesuai Kondisi jalanan dan Kenali Tipenya untuk kondisi cuaca di Indonesia

Sunday, June 19, 2016

KOSTER Tank Rangers Berbagi



Komunitas Suzuki Thunder KorWil Tangerang Selatan (KOSTER Tank Rangers), mengisi kegiatan Ramadhan tahun ini dengan kegiatan bakti sosial kemasyarakatan.

"Kegiatan dibulan suci Ramadhan 1437 H ini, dilaksanakan pada Sabtu, 18 Juni 2016. KOSTER Tank Rangers menyantuni 20 anak yatim yang dibina oleh majlis Taklim Al-Amaliyah yang berlokasi di desa Pisangan Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, dan berbagi 250 paket takjil bagi pengendara kendaraan yang melintas depan MaKo Tank Rangers (Markas Kopdar) di Jl. Ir. H Juanda, Ciputat". Ujar Bro Jerry Soetama K-1081 selaku KaKorWil KOSTER Tank Rangers.

Pengurus majlis taklim Al-Amaliyah dengan ibu Ani mengaku senang, "semoga kegiatan seperti ini tetap dilaksanakan setiap tahunnya dan semoga jadi berkah bagi kita semua", ujarnya. Dilain itu tampak senyum bahagia dari 20 anak yatim kurang mampu, saat Bro Eko Sigit K-0190 selaku koordinator santunan membagikan santunannya.

Setelah kegiatan santunan selesai, KOSTER Tank Rangers segera menuju MaKo Tank Rangers untuk berbagi 250 Paket Takjil. "Sebanyak 250 paket takjil ini habis dalam hitungan beberapa menit saja dibagikan bagi para pengendara di jalan Ir. H. Juanda,Ciputat. Semoga tahun depan kita bisa menambah jumlah paket" ujar Bro Beno K-0880.

"Terima kasih atas partisipasi dan donasi dari anggota KOSTER Tank Rangers, semoga amal baik saudaraku sekalian dilipat gandakan pahalanya oleh Allah, diberkahi hidupnya dan diimpahkan rezeki yang halal dari Allah SWT,amiin". Ujar Bro Reza K-0910.



Galery :













Tuesday, May 17, 2016

Hak Pejalan Kaki dan Problematikanya



Dari foto ini akan membuat jutaan orang angkat bicara. Seorang wanita bernama Alfini dengan berani menghadang beberapa pengendara sepeda motor yang berjalan melalui trotoar.

Foto ini cukup menggambarkan seribu satu problematika pejalan kaki dan trotoar di Indonesia. Sebelumnya hal yang sama juga pernah dilakukan seorang bocah kecil pemberani bernama Daffa di Semarang yang berani menghadang sepeda motor di trotoar.
Kejadian seperti ini sangat umum terjadi di kota-kota besar. Trotoar, jalur aman untuk pejalan kaki direbut seenaknya oleh pengendara kendaraan bermotor roda dua, atau bahkan kadang mobil. Hal ini sangat menyedihkan. Lalu kenapa hal tersebut bisa terjadi? Penyebab utama tentu adalah kemacetan jalanan kota yang tak kunjung bisa teratasi. Laju urban tak terbendung, gedung-gedung merenggut tiap jengkal petak lahan yang tersisa makin mempersempit ruang gerak. Sementara peradaban modern dengan tuntutan waktu yang terus mendesak. Juga disebabkan karena makin meningkatkanya jumlah produksi dan penggunaan kendaraan bermotor di masyarakat yang disebabkan makin mudah dan murahnya membeli sebuah sepeda motor. Sementara hal tersebut tidak bisa diikuti dengan pertumbuhan ruas jalan. Hasilnya, kemacetan dimana-mana, hak-hak pejalan kaki jadi korban, sempitnya trotoar dijajah kendaraan bermotor. Tak hanya itu, nyawapun jadi taruhan.

Mental pengendara kendaraan bermotor juga menjadi perhatian. Selama dibangku sekolah, kita semua diajarkan mengenai rambu-rambu lalu lintas dan aturan-aturan umum dijalan raya. Bahkan saat mengajukan penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM), hal yang sama diuji untuk mengetahui pemahaman aturan-aturan dijalan raya. Tapi ketika sudah turun kejalan, semua berubah. Jalan raya seperti rimba tersendiri. Aturan hanya tinggal aturan. Orang-orang seperti kesetanan dikejar waktu, saling salip saling sikat tak terelakan, hingga tak peduli dengan orang lain. Termasuk keselamatan sesama pengguna jalan raya. Hak pejalan kaki yang sudah susah semakin terenggut ketika trotoar beralih fungsi menjadi warung-warung tenda, atau parkir-parkir liar. Indonesia adalah negara yang sangat tidak ramah dengan pejalan kaki. Padahal jelas pejalan kaki dilindungi oleh Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) serta Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2006 tentang Jalan. Pada Pasal 106 ayat (2) UU LLAJ menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki.

Sayangnya, meskipun dilindungi secara konstitusi, dukungan nyata pemerintah terhadap pejalan kaki masih sangat minim. Hal ini dibuktikan dengan kurangnya pembangunan fasilitas pejalan kaki secara merata. Pemerintah lebih fokus pada proyek-proyek transportasi skala besar seperti kereta api, atau jalan tol. Kalaupun ada peningkatan fungsi trotoar, biasanya hanya di pusat-pusat kota saja, tujuannya jelas hanya untuk mempercantik pemandangan kota. Sedangkan, dipinggaran masih saja dianak-tirikan. Kita tidak perlu trotoar yang bagus, kita hanya perlu trotoar yang aman dan nyaman selama digunakan. Ditengah hiruk pikuk kemacetan kota besar, jalan kaki bisa menjadi alternatif yang baik jika tak ingin terjebak macet selama berjam-jam menggunakan kendaraan. Beberapa orang mulai menyadari hal tersebut. Namun tampaknya hal ini belum disadari sepenuhnya oleh pemerintah, atau mungkin pemerintah belum ada perhatian khusus untuk masalah ini.

Mari kita sepakat, fungsi jalan raya sudah dibagi berdasarkan haknya. Untuk Pejalan kaki hanya mendapatkan sebagian kecil dari jalan raya. Itupun masih terpotong oleh warung, tiang listrik, galian kabel, pos polisi, parkir liar, dan sebagainya. Sedangkan jalan kendaraan mendapatkan bagian yang seluas-luasnya, tanpa ada gangguan dari luar, diatur oleh polisi untuk kelancaran dan keamanan. Jika sudah dibagi berdasarkan haknya masing-masing, dan trotoar yang sempit itu masih juga rampas pengendara sepeda motor, ini menanakan memang ada yang salah dengan isi pikiran para pengendara motor. Jika sudah begini, usaha pemerintah membangun fasilitas transportasi publik akan sia-sia saja, dikarenakan perilaku penggunanya saja sudah tidak bisa diajak kompromi.

Sebaiknya anggaran digunakan untuk proyek pelatihan bagi pengguna kendaraan bermotor. Mengendarai kendaraan bukan hanya soal kemampuan berkendara, tapi juga kecerdasan dan kebijaksanaan dalam menggunakan jalan raya sebagai fasilitas umum.
Ada yang mengatakan; "Masyarakat Indonesia pada umumnya ramah-ramah, kecuali yang mereka berada dijalan raya". Dua hal yang kontras bukan? Apa yang dilakukan Alfini seperti yang terpotret diatas adalah cermin betapa sakitnya moral pengguna jalan raya. Dijalan raya Indonesia bukan lagi Indonesia. Sudah waktunya para pejalan kaki untuk berhenti mengalah, berhenti memberi jalan untuk sepeda motor ditrotoar. Trotoar adalah milik pejalan kaki. titik! Jika pelanggaran Hak-hak Asasi kecil seperti ini masih saja luput dari mata pemerintah, jangan harap pelanggaran HAM besar akan diperhatikan dengan serius.

Monday, May 16, 2016

Maut Jalanan dan Konflik Jalanan

Setiap orang yang menggunakan kendaraan dijalan raya sudah pasti memiliki alasan diantaranya, praktis, efisien, hemat waktu. Alasan yang paling umum adalah menghemat waktu, untuk itu para pengendara dijalan raya seolah sedang bertanding untuk mengejar sang waktu.

Semua pengendara dijalan raya ingin cepat sampai ke tujuan, namun terkadang mereka melupakan bahwasanya mereka harus tiba ditujuan dengan cepat dan selamat.  Dalam pikiran mereka hanya cepat saja dan melupakan selamat.

Ketika kita mengejar cepat sampai tujuan dengan melupakan selamat saat itu pula sang Maut Jalanan mengintai kita. Saat berkendara dengan mengejar waktu yang ada dalam pikiran hanya cepat sampai tujuan dan kita melupakan segalanya, kehilangan fokus, kehilangan adab sopan dan santun dijalan dan tidak peduli dengan orang lain. Dan dari hal ini, memudahkan Maut Jalanan dan Konflik Jalanan menghampiri kita.

Sebagai Contoh :  Seorang Bapak Tua mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi, sang Bapak tersebut mengejar waktu untuk tiba dikantor tepat waktu, sementara diwaktu yang bersamaan saat dijalan tersebut dari arah berlawanan ada seorang pria muda yang juga mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan saat itu dia bermaksud mendahului kendaraan yang berada didepannya, si pria muda terlalu melambung ke kanan ketika sedang mendahului kendaraan didepannya. Dikarenakan mereka sama-sama memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan jarak yang sudah terlalu dekat maka tak bisa dihindari terjadilah benturan. Bapak Tua dan Pria Muda sama-sama terlempar dan terhempas ke aspal jalan raya. Dari kejadian tersebut sang Bapak Tua menyalahkan si Pria Muda karena menyalip terlalu melebar sehingga memakan jalurnya, Sementara si Pria Muda menyalahkan si Bapak Tua karena mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi dan tidak memberi kesempatan dia untuk mendahului kendaraan didepannya dengan mengambil jalur si Bapak Tua.
Dari kejadian diatas, ketika maut jalanan kedua belah pihak akan saling beradu argumen keduanya merasa benar dan tidak mau disalahkan maka terjadilah konflik jalanan.
Kejadian tersebut seharusnya bisa dihindari jika kedua belah pihak mau menanamkan pikiran berkendara yang aman,nyaman dan selamat.

Saran
Jika anda berkendara untuk kegiatan yang sifatnya rutinitas keseharian. Aturlah waktu perjalanan anda sehingga tidak perlu terburu-buru dijalan raya, tetap fokus saat berkendara dan jaga kecepatan kendaraan anda, selalu waspada karena maut jalanan selalu mengintai siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Jika anda mengalami suatu kejadian yang tidak di inginkan dan timbul konflik didalamnya selesaikan dengan kepala dingin, redam emosi, jika konflik tidak menemukan jalan keluar selesaikan dengan bantuan pihak yang berwajib.
Ingat keluarga tercinta menanti anda dirumah dengan selamat.

Sunday, May 15, 2016

Skill & Safety Riding


Berbicara tentang skill riding dan safety riding dikalangan pemotor memang sangat menarik, sudah banyak artikel yang mengulas hal tersebut. Namun masih banyak pula pemotor atau pengendara kendaraan roda dua yang belum paham betul apa itu skill riding dan safety riding.

Pada kali ini kita akan mengulas kembali apa itu skill riding dan safety riding, pada dasarnya skill riding dan safety riding adalah suatu hal yang berkaitan. Tanpa skill riding yang mumpuni tidak akan dicapai safety riding dimana kita bisa sampai tempat tujuan dengan aman dan selamat, aman dan selamat disini bukan untuk diri kita sendiri namun bagi pengendara lainnya.

Lalu apa sih skill riding itu? Apakah dengan menggunakan body protector dan jaket tebal serta perlengkapan berkendara motor bisa disebut pengendara tersebut menguasai skill iding dan safety? Jawabannya belum tentu.
Skill riding adalah suatu pengetahuan bagi seorang pengendara kendaraan roda dua, dimana pengetahuan dasar ini dimulai dari awal sebelum kita memulai perjalanan dengan kendaraan tersebut, hingga sampai tempat tujuan.

Dimulai dari pengecekan kendaraan, apakah kendaraan yang akan digunakan pasti laik jalan. Cek ban, rem, lampu utama lampu penanda dan tentunya kondisi mesin kendaraan tersebut. Saat semua pengecekan sudah dirasa baik dan semua piranti bekerja sesuai fungsinya maka kendaraan tersebut bisa dibilang laik jalan.


Lalu, periksa dan pastikan kondisi fisik kita selaku pengendara dalam keadaan fit dan sehat. Jangan paksakan diri berkendara dalam keadaan fisik kurang baik. Selain membahayakan diri sendiri tentunya bisa menimbulkan masalah bagi orang lain saat berkendara.







Selain itu bekal pengetahuan arti rambu atau aturan lalu lintas jalan juga merupakan bagian dari skill riding, salah membaca rambu selain melanggar aturan lalu lintas juga bisa membahayakan pengendara lain.



Lalu apa lagi skill riding itu? Kemampuan berkendara atau handling kendaraan saat dijalan raya, adalah sangat penting. Mampu mengoperasikan kendaraan belum tentu pengendara tersebut menguasai pengetahuan berkendara itu sendiri. Seperti teknik menyalip, teknik pengereman, teknik menikung, teknik menjaga keseimbangan dan lain sebagainya. Hal ini yang bisa dibilang tidak semua pengendara menguasainya. Dan tentunya adab sopan dan santun serta tertib berkendara jadi bagian dari skill berkendara.


Nah, dari penguasaan beberapa skill riding diatas. Bisa dibilang orang itu safety atau aman dalam berkendara. Aman bagi diri sendiri dan aman bagi diri orang lain. Selamat sampai tujuan tanpa kekurangan apapun, tanpa kendala, dan tidak merugikan pengendara lainnya. Maka skill riding dan safety riding sangat diperlukan bagi setiap pengendara. Selalu tertib berkendara, jaga kesabaran redam emosi. Ciptakan berkendara Aman, Nyaman dan Selamat.

Jangan lupa gunakan helm dan alat keselamatan berkendara yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia.

Mari bersama jadi pelopor keselamatan berkendara.